Seorang penjual siomai viral gara-gara caranya melayani pembeli. Tak ramah dan suka ngomel, tukang siomai ini samapi disebut warganet sesepuh Karen's Diner.
Video tukang siomai galak ini diunggah akun @basabasiabe di TikTok pada Selasa (13/12/2022). Tampaknya perekam sengaja menjahili tukang siomai itu.
Terlihat di awal video, ia tak kunjung memesan siomai dan terdiam cukup lama, membuat si tukang siomai marah.
"Buruan. Kelamaan. The time is money, you know. Gua lagi mau dugem ini," kata pria tua berjaket biru.
Karena pembelinya tak segera menyebutkan pesanan, ia pun tidak sabar langsung memasukkan siomai ke dalam plastik.
"Campur dah. Pakai pare," ucap perekam video.
Tak cukup sampai di situ, ide usilnya pun kembali muncul, sehingga ia lagi-lagi sengaja memancing emosi penjual siomai itu.
"Pakai pare," katanya lagi.
"Ya iya emang gue budek apa?" sahut si tukang siomai.
Saat ditanya untuk kentang, tahu, dan kol, pembeli mengatakan, pakai semua. Namun, ucapan terakhirnya tidak terduga.
"Enggak pakai siomai," tuturnya.
Sontak sang penjual membantingkan plastik yang sudah ia isi dengan pare hingga kentang ke panci siomai. Namun, ia akhirnya mengambilnya lagi.
"Udah! Kelamaan tar HP lu mleduk!" serunya, membuat pria di balik kamera tertawa.
Hingga Rabu (14/12/2022) siang, video itu telah disukai lebih dari 233 ribu pengguna TikTok. Banyak yang menyebut tukang siomai tersebut cocok untuk bekerja di Karen's Diner.
"Sangat berpotensi untuk jadi ketua geng nya karen's diner sih bapak ini," komentar salah satu netizen.
"NGAKAK BGT KARENS DINNER KELILING," ungkap yang lain.
"Sesepuh karen's diner," tulis warganet.
Karen’s Diner resmi dibuka saat pandemi Covid-19, yakni pada Oktober 2021 lalu. Restoran dengan konsep unik ini adalah milik Aden Levin dan James Ferell.
Lokasi pusat restoran ini ada di Sydney, Australia. Karen’s Diner juga membuka cabang di Melbourne, Brisbane, Inggris, dan New Zealand. Meski berasal dari Australia, restoran ini akan membawa gaya Amerika Serikat pada tahun 1950-an.
Hal menarik dari restoran ini adalah pelayanannya yang kasar, jutek, kerap memaki, dan tidak sopan. Pelayanannya yang unik inilah yang membuat banyak orang penasaran mengunjunginya.