Kabar Aldila Jelita yang akhirnya menggugat cerai Indra Bekti baru-baru ini cukup mengejutkan publik. Netizen pun ramai-ramai menghujat Aldila Jellita yang dinilai hanya mau menemani suami saat senang saja.
Pasalnya, saat ini Indra Bekti diketahui masih dalam proses pemulihan setelah operasi pecah pembuluh darah.
Seiring dengan kabar perceraian keduanya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Indra Bekti beberapa tahun lalu kembali dibahas netizen.
Diketahui pada 2016 silam, Indra Bekti sempat tersandung kasus pelecehan seksual ke sesama jenis. Terhitung ia tersandung kasus tersebut sebanyak dua kali.
Yang pertama, beredar rekaman suara yang diduga Indra Bekti sedang berbicara dengan sosok berinisial LGA.
Dalam video diunggah di Youtube SelebTubeTV pada 2016, terdengar pria diduga Indra Bekti khawatir kasus pelecehan seksual yang dilakukannya terungkap ke publik. Ia pun menawarkan untuk damai.
Di percakapan itu pula, pria tersebut mengatakan bahwa sang istri tidak mengetahui kelainannya. Ia takut rumah tangga mereka bakal hancur jika itu diketahui sang istri.
"Ya bahaya lah, kehidupan aku ancur, bisa cerai, dan selesailah hidup aku, kamu mau hancurin hidup orang di atas kesenangan kamu," jawab suara pria yang diduga Indra Bekti.
Tak lama setelah reputasi Indra Bekti runtuh karena sosok LGA, sosok RP muncul dan mengaku dilecehkan oleh presenter kondang itu.
Baca Juga: Disindir Ibunda Indah Permatasari, Arie Kriting Santai Unggah Video Ini
Dikutip dari tayangan YouTube GTV - Infotainment yang diunggah pada 2016 lalu, RP melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan Indra Bekti ke polisi.
Ditemani sang pengacara, RP mengaku dilecehkan berkali-kali sejak 2010 hingga 2015 dengan dalih akan dijadikan artis.
"Masuk kamar dia, tiba-tiba dia ngunci pintu ambil handbody, saya demi Allah demi Rasulullah Indra Bekti melecehkan saya di kamar dia," ujar RP sambil menahan isak tangis.
RP mengaku ada pihak Indra Bekti yang sebelumnya mengancam akan membunuhnya jika ia buka suara. Namun setelah kesaksian LGA mencuat, RP pun memberanikan diri melapor ke polisi.