Manado.suara.com - Baru-baru ini, Larissa Chou telah menjadi sorotan media sosial setelah membuat pernyataan yang mengejutkan tentang hijab.
Larissa, yang dikenal sebagai janda dari Alvin Faiz, seorang selebritas di Indonesia, berandai-andai tentang bagaimana hidupnya akan terlihat jika dia melepaskan identitasnya sebagai seorang muslimah.
“Suka bertanya ke diri sendiri, kalau aku ngga kuat, dan lalu melepas identitas sebagai seorang muslimah, Larissa akan seperti apa ya?” tulis Larissa Chou di aplikasi Thread.
Pernyataan tersebut, meskipun tak jelas apa yang dimaksud dengan "identitas" dalam kalimat Larissa, banyak yang menduga bahwa dia merujuk pada hijab, yang merupakan penutup aurat dalam kepercayaan Islam.
Hijab adalah salah satu aspek penting dari identitas keagamaan bagi banyak muslimah di seluruh dunia.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang memotivasi Larissa untuk menulis pernyataan tersebut, beberapa spekulasi muncul.
Belakangan ini, perhatian publik sedang tertuju pada Nathalie Holscher, seorang selebritas lain yang baru-baru ini memutuskan untuk melepas hijabnya.
Nathalie diduga melakukan hal tersebut karena kekecewaannya terhadap Sule, suaminya, yang dirasanya kurang memberikan perhatian yang cukup kepada putra mereka, Adzam.
Apakah pernyataan Larissa memiliki hubungan dengan kasus Nathalie? Hanya Larissa yang mengetahuinya dengan pasti.
Baca Juga: Potret Zhadela Putri, Mantan Pacar Asnawi Mangkualam, Anak Anggota DPRD, Centang Biru Pula!
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan Nathalie telah memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat, terutama mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Pernyataan Larissa langsung mendapat respons dari netizen di media sosial. Banyak yang memberikan dukungan dan semangat padanya agar tetap mempertahankan hijabnya.
“Jangan ci, semoga Allah beri kekuatan untuk senantiasa istiqomah, itu tandanya Allah lagi sayang. Jika pada kenyataannya manusia yang menyakiti, jangan Allah yang dijauhi, sebab Ia tahu apa yang terbaik,” tutur seorang netizen berusaha menceramahi.