Pasangan public figure Pablo Benua dan Rey Utami dikenal sebagai sosok yang glamor dan perlente. Namun, di balik penampilannya, mereka pernah mengalami masa kelam saat jatuh miskin pasca merasakan jeruji besi lantaran kasus pencemaran nama baik.
Dalam wawancara eksklusif dengan Hops.ID, Pablo Benua mengungkapkan bahwa ia dan Rey Utami sempat mengalami kebangkrutan selama menjalani masa hukuman 1,8 tahun di penjara. Padahal, sebelum hal itu menimpanya, mereka berdua dikenal sebagai pasangan berduit.
"Jatuh bangun itu sering terjadi. Bahkan gua sama Rey pernah bangkrut sampai isi kantong kita cuma tinggal Rp60 ribu. Itu terjadi di tahun 2019 saat baru selesai permasalahan yang kemarin di asrama," kata Pablo Benua.
Pablo mengaku bahwa Rey Utami bahkan sampai berinisiatif menjual nasi uduk di pinggir jalan demi menyambung hidup.
"Jatuh bangunlah dari jualan nasi uduk. Boleh tanya sama orang-orang sekitar sini semua banyak yang tahu bagaimana kehidupan kita keluar dari asrama itu (penjara)," katanya.
Sang istri yang biasanya ceria dan tegar juga merasa pasrah saat mengalami kebangkrutan. Pablo menceritakan bahwa Rey Utami kerap menangis di dalam kamar.
Menyadari kondisi sang istri, Pablo mengaku berupaya menguatkan Rey agar bertahan dalam kesulitan yang mereka hadapi.
"Rey tuh nangis seharian di kamar. Gua bilang ke dia apapun yang terjadi lu mau nangis di kamar, gua cuma minta satu lo keluar dari kamar nggak boleh tunjukin itu ke orang-orang. Jangan sampai orang tau isi kantong kita," katanya.
Pablo juga tak tinggal diam, ia mengaku kembali membangun jaringan dan kembali mencari peluang.
Baca Juga: Bukti Rey Utami Seleb Paling Tajir se-Indonesia, Beli Mobil Fans 2 Kali Lipat dari Harga Jual
"Gua mulai membangun jaringan, mulai bertemu dengan banyak orang yang potensial. Modal jujur, percaya diri dan bertanggung jawab aja. Gua selalu punya keyakinan, kita tuh melakukan apapun harus diimani gitu dengan modal keyakinan."
"Umpama naik pesawat kita nggak pernah kenal sama pilotnya tapi kita yakin akan selamat sampai tujuan. Sama halnya kita sekarang duduk gua anggap Tuhan itu sama kayak sandaran kursi yaudah gua bersandar aja. Gua yakin Tuhan nggak akan setega ini sama gua," tutupnya.