Metro, Suara.com- Perpusatakaan Nasional menjadi tuan rumah The 28th General Conference of Directors of National Libraries in Asia and Oceania (CDNLAO) yang digelar 24-27 Oktober 2022.
Konferensi ke-28 Kepala Perpustakaan Nasional di Asia dan Oseania yang dihadiri 30 negara se-Asia Oseania ini mengangkat tema “Library Service Impacts On Community: Sustainability, Inclusion, dan Innovation.
Pada kesempatan tersebut Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai ruang penyedia buku, tetapi saat ini perpustakaan juga memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya yang tengah dilakukan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Menurutnya program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini sejalan dengan fokus yang saat ini dilakukan oleh pemerintah pusat yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Perpusnas telah merumuskan sasaran strategis untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat sebagai bagian terpenting dalam penguatan budaya literasi. Karena literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan yang diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa," ungkap Syarif, dalam diskusi pada Konferensi ke-28 Kepala Perpustakaan Nasional di Asia dan Oseania, Selasa (25/10/2022).
Syarif menjelaskan, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan transformasi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat dan pusat kebudayaan. Program ini pun turut berperan dalam percepatan pemulihan sosial ekonomi.
"Tidak hanya perpustakaan umum, tetapi perpustakaan desa atau taman bacaan masyarakat dapat berperan sebagai pusat informasi dan pengetahuan, sekaligus sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis literasi. Ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat bangkit dari keterpurukan," jelasnya.
Syarif Bando juga menyampaikan dengan demikian sudah seharusnya perpustakaan terlibat penuh dalam mendukung program Pembangunan Berkelanjutan (SDG's). Terlebih dalam pemulihan ekonomi dalam negeri perpustakaan memiliki peran penting sebagai ruang terbuka bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
"Maka, Perpusnas telah membangun paradigma dengan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya perpustakaan dengan proporsi terbesar adalah perpustakaan untuk transfer pengetahuan,"ujarnya.
Baca Juga: Perpusnas RI, Bangunan Megah nan Indah Bukan Hanya Sekadar Tempat Membaca
Hadir secara daring, Presiden Terpilih IFLA (Federasi Internasional Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan) Periode 2022-2023, Vicki McDonald. Vicki menyampaikan bahwa Visi IFLA adalah mencapai bidang perpustakaan yang kuat dan bersatu dengan memberdayakan masyarakat yang literat, terinformasi, dan partisipatif.
Vicky berharap para perwakilan perpustakaan nasional yang ada di seluruh dunia memiliki pekerjaan yang sebagian besar sama diantaranya bertanggung jawab untuk mendokumentasikan sejarah yurisdiksi masing-masing negara, memberikan layanan referensi dan penelitian, memfasilitasi dan mendorong penelitian baru.
Sementara itu Manajer IFLA Regional Asia-Oseania, Lin Lin Soh. Dalam paparannya, Lin menyatakan perpustakaan berperan mendukung Pembangunan Berkelanjutan atau SDG’s untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 tujuannya sampai tahun 2030.
"Perpustakaan harus dapat memberikan akses informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan, baik sosial maupun lingkungan,"pungkas Lin