Syahrini yang telah menikahi Reino Barack hingga kini masih tinggal di Singapura.
Sayang, keduanya belum dikarunia buah hati sejak pernikahannya pda 2019 lalu.
Baru-baru ini beredar kabar bahwa sebelum menikahi Reino Barack, Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan.
Kabar itu dibagikan kanal Gossip Artist News yang mengunggah video berjudul "SYAHRINI SEKALI TERIMA BAYARAN 250 JUTA".
Thumbnail video tersebut memiliki narasi serupa dengan judul.
Terlihat potret sepasang kekasih berpose mesra yang wanita berwajah Syahrini.
Video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 447 penayangan.
Namun, benarkah sebelum menikahi Reino Barack, Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan?
Klaim yang menyebutkan bahwa sebelum menikahi Reino Barack, Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan adalah salah.
Setelah menonton keseluruhan video berdurasi 8 menit 2 detik tersebut, tidak ada bukti kredibel ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa sebelum menikahi Reino Barack, Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan.
Hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan valid terkait klaim Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan.
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail juga merupakan foto editan.
Faktanya, sosok perempuan itu bukanlah Syahrini sebenarnya.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar sebelum menikahi Reino Barack, Syahrini terima bayaran Rp 250 juta sekali kencan merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan tersebut tidak memiliki keselarasan antara isi video dan judul yang tertera, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].