Ari Wibowo dan Inge Anugrah sedang menjalani sidang cerai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Proses perceraian keduanya pun begitu panas. Pasalnya, pihak Ari Wibowo dan Inge Anugrah saling melempar narasi yang membuat pendapat warganet terbelah.
Sementara Inge Anugrah dituding berselingkuh, aktor kelahiran 1970 itu dijuluki suami pelit lantaran hanya memberikan nafkah berupa kartu kredit dengan limit Rp10 juta untuk sang istri.
Kini, bak memperkuat tudingan pelit yang tersemat kepada Ari Wibowo, Inge Anugrah membenarkan jika selama pernikahan ia hanya diberi kartu kredit. Hal ini sesuai dengan perjanjian pra nikah.
Ibu dua anak itu juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tak memiliki account bersama dengan suaminya.
Pernyataan ini dibeberkan Inge Anugrah ketika menjadi bintang tamu di podcast dr Ricard Lee.
"Berarti yang terjadi dalam rumah tangga kamu sesuai dengan perjanjian pra nikah itu?" tanya dr Richard Lee dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa (6/6/2023).
"Iya," jawab Inge.
"Tidak ada yang merasa milik bersama, account bersama gitu?" lanjut dr Richard Lee.
"Oh enggak ada. Account bersama nggak ada," jelas Inge.
"Kamu dapat kartu kredit doang seperti cerita itu benar?"
"Kartu kredit iya dari Ari dari sejak awal nikah aku dikasih itu untuk belanja grocery sehari-hari gitu pakainya ya itu memang selalu dan memang pasti Ari selalu bayar,"
Setelah menjelaskan perkara kartu kredit yang diberikan Ari Wibowo, Inge Anugrah lantas menyinggung pernyataan suaminya yang pernah membicarakan soal brankas uang di rumah.
Wanita berusia 41 tahun itu membenarkan jika Ari Wibowo menyediakan uang cash di rumah. Namun, uang tersebut juga digunakan untuk keperluan dapur.
"Waktu itu sempat ada pemberitaan di konferensi pers-nya bahwa ada brankas. Nah itu kan ada brankas memang dan ada cash-nya tentu, tapi cash-nya itu pun untuk keperluan dapur," beber Inge.
Inge Anugrah menceritakan bahwa uang dalam brankas kurang lebih berisi Rp5 hingga 10 juta. Uang itu digunakan untuk membeli bensin, air galon, bensin, uang makan pembantu dan sopir, membeli camilan untuk anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mengantongi uang Rp300 hingga 400 ribu. Itu pun digunakan untuk membeli keperluan dapur.
"Buat misalnya beli air galon, beli gas di rumah, kalau ada tukang-tukang servis, uang makan mbak dan juga si Pak Tado [sopir], terus kalau ada grooming anjing, salon datang pakai di situ," terang Inge.
"Jadi everything keperluan dapur dan this days kan udah pada online tuh Gojek suka anak-anak beli camilan apapuan. Ambil dari situ. Sometimes aku ambil kayak Rp200-300 ribu untuk taruh di dompet aku gitu. Untuk kalau misalnya aku harus keluar belanja sesuatu yang kecil ada lah," pungkasnya.