Kementerian Pertahanan akan menghabiskan dana hingga 354 juta euro atau sekitar Rp 5,8 triliun untuk membeli 13 sistem unit radar Ground Control Interception (GCI) GM-403 buatan Thales dari Prancis. Pembuatan radar ini akan menggandeng PT Len Industri, yang adalah BUMN.
Kepal Biro Humas Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha mengatakan harga sistem radar GCI itu sekitar Rp 446,8 miliar per unit.
“Nilai kontrak pengadaannya EUR 354.119.092,” kata Edwin Adrian Sumantha, di Jakarta, Rabu (28/6/2023).
Edwin tidak dapat memberikan informasi detail lainnya, misalnya terkait penempatan radar canggih tersebut.
Sebelumnya diwartakan Indonesia pemerintah melalui Kemhan memesan 13 unit sistem radar GCI GM-403 yang dibuat oleh perusahaan asal Prancis Thales bekerja sama dengan PT Len Industri.
Kerja sama strategis pengadaan 13 unit radar GCI GM-403 itu diteken oleh Thales dan PT Len Industri di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 April 2022. Acara penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Rencananya, pengiriman 13 unit sistem radar itu berlangsung pada 48 bulan (4 tahun) setelah kontrak efektif.
“Kontrak ditandatangani pada tanggal 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak. Selain itu, periode garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan,” kata Edwin Adrian Sumantha.
Dalam perjanjian itu, terutama yang terkait radar, kerja sama mencakup rencana alih teknologi untuk radar militer dan sipil, termasuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan di dalam negeri, dan pengembangan bersama radar Komando & Kendali (C2) nasional.
Baca Juga: Super Hercules Kedua TNI AU Tiba di Halim, 5 Hari Terbang dari AS
Dua perusahaan itu kembali meneken perjanjian kerja sama di Prancis pada 17 Mei 2022. Perjanjian itu menyepakati produksi bersama Radar GCI, dan dimulainya aktivitas pendefinisian aksi konkret untuk merealisasikan Head of Agreement (HoA) dari Strategic Partnership antara Len-Thales di tujuh area potensial.
“Kerja sama ini sangat positif bagi peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri kita,” kata Direktur Utama PT Len Industri Bobby Rasyidin dalam siaran resmi PT Len Industri pada 25 Mei 2022.
PT Len dalam siaran resminya menjelaskan Radar GCI merupakan salah satu alutsista utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai mata pertahanan.
“Dengan jangkauannya yang bisa mencapai 450 km, radar tipe ini berperan memberikan pengawalan pada pesawat pencegat maupun pesawat buru sergap dalam menjalankan misinya,” demikian penjelasan PT Len Industri dalam siaran tertulisnya. [Antara]