Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, membantah isu soal Megawati Soekarnoputri yang disebut-sebut menawarkan posisi bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Ganjar Pranowo kepada Ridwan Kamil.
Diketahui jika isu tersebut muncul setelah Megawati dan Ridwan Kamil bertemu beberapa waktu lalu dan kemudian pihak Partai Golkar mengklaim bahwa mantan gubernur Jawa Barat tersebut ditawari posisi bacawapres.
Menurutnya, pertemuan Ridwan Kamil dengan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut hanya untuk membicarakan terkait pembangunan Monumen Bung Karno di wilayah Bandung dan bukan soal tawar-menawar posisi bacawapres.
"Setahu saya pertemuan Pak Ridwan Kamil, diundang ke untuk bertemu Ibu itu dalam kapasitas beliau sebagai mantan gubernur yang pernah melakukan atau yang sudah dan sedang melakukan menginisiasi untuk pembangunan Monumen Bung Karno di Bandung," tutur Andreas dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOnesNews pada Minggu (17/9/2023).
Andreas juga membeberkan bahwa hingga saat ini dirinya tak pernah mendengar desas-desus di internal partainya terkait Ridwan Kamil yang diminta Megawati menjadi bacawapres.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di dalam PDI Perjuangan terdapat prosedur tersendiri dalam menentukan bacawapres yang akan maju di Pilpres 2024 mendatang.
"Selebihnya saya nggak pernah dengar juga soal tawaran itu dan sepengetahuan saya tradisi seperti menawarkan itu bukan kebiasaan di PDI Perjuangan," ungkap Andreas.
"Artinya biasanya dibicarakan antarpartai kemudian dengan bersama partai-partai yang lain yang mendukung Ganjar Prabowo," pungkasnya.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Maju Kumpul di Hambalang Sore Ini, SBY dan AHY Ikut Hadir?