Salah satu layanan pinjol, AdaKami yang terdaftar di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menjadi sorotan publik karena munculnya kisah keluarga pengguna yang memutuskan bunuh diri karena terlilit pinjol dengan nilai bunga tak masuk akal.
Namun setelah ditelusuri, rupanya bos GOTO Patrick Walujo merupakan investor dari AdaKami. Hal ini dibeberkan oleh pemilik akun X (dulunya Twitter) @PartaiSocmed.
"Perusahaan investasi Northstar di bawah Patrick Walujo adalah investor AdaKami yang sekaligus bos GOTO. Suatu kebetulan saja mungkin..." tulis pemilik akun tersebut.
Unggahan tersebut memunculkan dugaan bahwa Patrick Walujo terlibat dalam praktik kontroversial yang dilakukan oleh AdaKami.
Sebagaimana yang diketahui dari kisah yang tersebar di media sosial, pihak AdaKami disebut melakukan cara penagihan di luar batas. Bahkan beberapa peminjam melaporkan AdaKami menggunakan cara penagihan yang agresif dan mendekati tindakan penipuan.
Dalam kasus bunuh diri yang terjadi pada salah satu pengguna adalah dikirimi oder fiktif melalui layanan GoFood.
![Cuitan tentang AdaKami. [[X/PartaiSocmed]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-cuitan-tentang-adakami.jpg)
Akun X Partai Socmed sendiri juga berusaha menghubungi OJK untuk melaporkan hal tersebut.
"Hallo @ojkindonesia. Kami dapat banyak sekali pengaduan tentang pinjol @adakamiofficial yang dipimpin oleh Bernardino Moningka Vega. Baik berupa praktek bunga terselubung hingga mendekati 100 persen, hingga cara-cara penagihan meneror ke kantor dan serangan order GoFood palsu," tambah pemilik akun tersebut.
Saat ditelusuri, FinVolution dan Patrick Walujo adalah pihak berperangruh di balik AdaKami. Data pada 2021, dilaporkan bahwa FinVolution memiliki 80 persen saham, sedangkan Patrick Walujo melalui PT Paraduta Satya Wahana memiliki 20 persen.
Baca Juga: Profesinya Diejek Ganjar Pranowo, Najwa Shihab: Jurnalis Pekerjaan Membanggakan Lho Mas
Didirikan pada Juni 2018, AdaKami terdaftar dan diawasi oleh OJK pada Desember 2018. Setahun setelahnya, AdaKami tercatat memiliki izin resmi dan diawasi otoritas.
Banyak pihak menyayangkan tindakan yang dilakukan AdaKami hingga memakan korban jiwa. Sejumlah warganet pun menyatakan bahwa bunga yang dibebankan sebesar 100 persen dari pinjaman, padahal itu berbanding terbalik dengan iklan yang ditampilkan AdaKami.
Tak hanya itu, salah satu warganet juga menyinggung munculnya program GoPay Pinjam pada awal September 2023 yang kemungkinan juga terkait dengan AdaKami, mengingat Patrick Walujo merupakan bos GOTO.
"Wah, masih satu circle ternyata. Dan kebetulan juga GoPay Paylater baru aja berubah bulan lalu dan ada layanan pinjol juga," tulis akun @ex*_**********
"Bisa gitu ya kebetulannya," komentar @ra***********
"Pantesan notif Gojek suruh ngaktifin GoPay Paylater terus. Ternyata emang bos GOTOnya aja kayak gitu," tambah @ri********