Ketum PSSI Erick Thohir angkat bicara terkait batalnya Jakarta International Stadium (JIS) sebagai stadion pembukaan Piala Dunia U-17 meski telah menghabiskan biaya renovasi hingga Rp80 miliar.
Dijelaskan Erick Thohir, FIFA punya hitung-hitungan agar semua laga Piala Dunia U-17 ramai disaksikan penonton. PSSI juga ditarget jumlah penonton untuk setiap laganya.
"Kita itu ada target dari FIFA kurang lebih 10 ribu sampai 18 ribu penonton untuk setiap pertandingannya. Dan itulah kenapa sejak awal FIFA bersama PSSI mendiskusikan pembagian tentu hasil daripada undian, karena kan kalau undian kita tidak bisa mengatur," kata Erick Thohir.
"Terlihat setelah mendapat undian bahwa memang ya terimakasih juga kita mendapatkan grup yang baik ya, tidak ringan ya, yang baik. Di situ ada Panama, Maroko dan ada Ekuador. tentu daya dongkrak daripada penonton yang ada di timnas itu menjadi penting juga untuk pemerataan daripada penjualan ticketing," tambahnya.
Target jumlah penonton itu yang membuat FIFA membatalkan Timnas Indonesia U-17 bermain di JIS. Sebab laga-laga di JIS akan melibatkan tim-tim besar yang dinilai bisa menarik kehadiran penonton.
Sebelumnya pemerintah sudah mengucurkan dana sekitar Rp80 miliar untuk biaya renovasi JIS bisa digunakan sebagai kandang Timnas RI.
Namun dalam jadwal yang dirilis FIFA belum lama ini, terungkap kalau semua laga Timnas U-17 di fase grup nantinya akan digelar di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Bukan digelar di JIS seperti yang sebelumnya sudah direncanakan.