Para pendukung klub raksasa Skotlandia, Celtic FC mengatakan akan tetap membentangkan bendera Palestina dalam pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid pada 26 Oktober mendatang.
Green Brigade, salah satu pendukung garis keras Celtic, mengatakan pihaknya akan melawan keputusan manajemen klub yang mengecam pengibaran bendera Palestina di pertandingan liga lokal pada akhir pekan kemarin.
Kisruh pengibaran bendera Palestina itu pecah ketika konflik kembali berkecamuk antara Hamas dan Israel. Hamas melancarkan serangan mematikan ke Israel pada akhir pekan kemarin, yang dibalas dengan pengeboman brutal oleh militer Israel ke Gaza sepanjang pekan ini.
Green Brigade mengatakan pihaknya percaya bahwa penggemar sepak bola berhak mengekspresikan keyakinan dan aspirasi politik.
Mereka menuding manajemen Celtic tidak jujur dan munafik karena mengeklaim diri tidak berpolitik, tetapi di saat yang sama memberikan dukungan terbuka ke Ukraina yang berperang melawan Rusia.
Karenanya Green Brigade mendorong para pendukung Celtic untuk membawa bendera Palestina di laga kontra Atletico Madrid dan "menunjukkan kepada dunia bahwa Celtic FC berdiri bersama orang-orang tertindas, bukan penindas".
Green Brigade sendiri terkenal sebagai salah satu pendukung Palestina di Eropa dan menyebabkan Celtic beberapa kali didenda oleh federasi sepak bola UEFA. Tetapi kelompok suporter ini selalu berhasil menggalang dana untuk membantu klub membayar denda.
Sementara itu manajemen Celtic meminta para pendukung untuk tidak mengibarkan bendera Palestina dalam pertandingan Liga Champions.
"Celtic adalah klub sepak bola dan bukan organisasi politik. Salah satu nilai utama kita adalah terbuka untuk semua orang terlepas dari ras, warna kulit, politik maupun kepercayaan," bunyi pernyataan klub.
Baca Juga: Mantan Bintang Film Bokep Mia Khalifa Didepak Playboy Karena Mendukung Serangan Hamas
Celtic sendiri memiliki seorang pemain asal Israel, Liel Abada. Pada Selasa pekan ini, ia lewat Instagram mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan kepadanya setelah Hamas melancarkan serangan ke Israel.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang mengirim pesan dukungan di media sosial. Saya turut berduka untuk semua keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka kasihi. Saya berdoa untuk perdamaian," tulis Abada.