Bukan main! Ia memasok umpan-umpan bagus di leg kedua Timnas Indonesia kontra Brunei Darussalam.
Coach Shin Tae-yong melakukan rotasi atas para pemainnya dalam laga Timnas Indonesia kontra Brunei Darussalam di leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Selasa (17/10/2023).
Game plan yang disusun juga melibatkan situasi bila laga mesti berlangsung di bawah kondisi hujan. Maklum, sehari sebelumnya Bandar Seri Begawan diguyur air berkepanjangan hingga Timnas Indonesia batal menggelar official practice. Mereka berlatih indoor dan langsung bertanding esok sorenya.
Dari ketersediaan para pemainnya, Coach Shin Tae-yong, formasi yang diturunkan adalah Ernando Ari Sutaryadi, Sandy Walsh, Riky Ridho, Fachruddin Aryanto, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, Dendy Sulistyawan, Egy Maulana Vikri, serta Hokky Caraka.
Seluruhnya bermain all-out dan salah satu yang bisa disorot menyuguhkan permainan cantik adalah Sandy Walsh.
Berdasar Transfermarkt, pemain yang berlaga pro di KV Mechelen, salah satu klub Divisi Pertama Liga Belgia ini sekarang mengantongi banderol Rp 34,76 miliar sebagai harga pasaran tertinggi per 4 November 2022 atau hampir setahun lalu.
Sebelumnya, harga pasarnya kadang ditulis Rp 33 miliar atau mencapai selisih Rp 1 miliar dari Rp 34,76 miliar.
Kualitas permainan pemegang posisi bek atau bek kanan ini sesuai banderol yang ia kantongi. Tidak bisa dipungkiri, dalam laga kontra Brunei di leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Sandy Walsh bermain keren.
Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Timnas Indonesia melakukan serangan sejak awal babak pertama melalui tembakan Sandy Walsh yang melebar.
Kemudian pada menit keenam, Hokky Caraka menyarangkan gol yang diawali dari assist Sandy Walsh. Lelaki kelahiran Bruxelles, Belgia, 14 Maret 1995 ini mengirimkan umpan tarik dari sisi kanan.
Hokky Caraka yang bermain di posisi penyerang depan dan tengah lolos dari kawalan musu, sehingga mudah menyambar bola dan Timnas Indonesia menuai skor 1-0 di awal permainan babak pertama.
Menyimak permainan yang disuguhkan Sandy Walsh, sejenak penonton dibuatnya lupa, bahwa kurang dari sebulan lalu ia mesti ditarik keluar dari lapangan saat Mechelen tanding melawan Leuven (23/9/2023).
Saat itu ia mengalami gegar otak ringan pascatabrakan dengan striker Leuven, Jon Dagur Thorsteinsson.
![Codet di atas alis kanan Sandy Walsh bikin tambah macho ganteng maksimal [[screenshot TikTok Goal, kolase Metro Suara.com/SamarKarma].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/17/1-codet-di-atas-alis-kanan-sandy-walsh-bikin-tambah-macho-ganteng-maksimal.jpg)
Seram sekaligus keren, ada media asing yang memotret kondisi Sandy Walsh di lapangan dalam kondisi darah masih mengalir dari bagian atas alis sebelah kanan.
Sesudah kejadian itu, Sandy "resmi" menjadi Mas Codet. Saat mendapatkan perawatan medis ia mendapatkan lebih dari five stitches atau lima jahitan. Bekasnya sangat kentara, dalam bahasa kita disebut sebagai codet, bisa disimak di foto di atas ini.
Kolase ini dibuat dari screensot video saat Sandy Walsh datang ke Indonesia menjelang laga leg pertama preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Saat itu ia menandaskan tentang posisinya dalam game plan Coach Shin Tae-yong, "Mau main di lini mana saja, mulai tengah sampai menjadi penyerang, saya siap."
Terima kasih, Sandy Walsh!