Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum belum lama ini dikabarkan bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat 11 April lalu.
Diketahui, Anas Urbaningrum yang merupakan terpidana kasus korupsi proye Hambalang bebas dari Lapas Sukamiskin dengan status Cuti Menjelang Bebas (CMB) usai menjalani hukuman 8 tahun penjara.
Terbaru beredar kabar yang mengklaim mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengakui korupsi hingga meminta Anas Urbaningrum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan menyeret Ibas atas kelakuannya.
"Akh1rnya S-by Aku1 K0rupsinya, 4nas Dan K-pk Di M1nta J4ngan S3ret 1bas Atas Ke1akunya," tulis narasi video yang diunggah akun Facebook "Golliat".
Lantas benarkah SBY ngaku korupsi hingga meminta Anas Urbaningrum dan KPK jangan menyeret Ibas atas kelakuannya? Selangkapnya akan dibahas dalam penjelasan cek fakta.

Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim SBY mengaku korupsi dan meminta Anas Urbaningrum tak seret Ibas disebar melalui sebuah akun Facebook "Golliat".
Namun, setelah dilakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Klaim SBY mengaku telah korupsi dan meminta Anas Urbaningrum tidak menyeret Ibas adalah hoaks. Judul video yang beredar tidak sesuai dengan isinya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mahfud MD Tangkap 5 Pelaku Utama Korupsi TPPU Rp349 Triliun, Benarkah?
Salah satu video identik dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube milik KOMPASTV dengan judul “Demokrat Kubu Moeldoko Gelar Konpers di Hambalang, Max: Tempat yang Rontokkan Elektabilitas Partai”.
Dilansir dari turnbackhoax.id Narator video lebih banyak membahas mengenai opini yang menyebut Anas akan menyeret Ibas ke KPK setelah ia terjerat kasus korupsi proyek Hambalang.
Kesimpulan
Klaim tentang SBY mengaku korupsi, minta Anas Urbaningrum tak seret Ibas adalah tidak benar.
Informasi tersebut termasuk dalam informasi palsu. Judul dan keterangan pada thumbnail video tidak sesuai dengan isi video.
Pada video tersebut tidak diberitakan SBY mengaku korupsi, serta sampai saat ini tidak ada bukti valid yang menunjukkan hal tersebut. Karenanya, dapat disimpulkan, konten vide tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.