Baru-baru ini beredar klaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak tenang Anies Baswedan semakin meroket hingga menghitung mundur kekalahan Ganjar Pranowo.
Klaim tersebut bahkan menyebutkan orang ternama siap perang demi mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
"PDIP tak tenang !! hitung mundur kekalahan Ganjar, orang ternama ini siap perang demi dukung Anies," tulis narasi unggahan channel youtube POLITIK NEGARA.
Lantas, benarkah klaim PDIP tidak tenang Anies Baswedan semakin meroket hingga 6 orang ternama siap perang untuknya?
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi kliam PDIP tidak tenang Anies Baswedan semakin meroket hingga 6 orang ternama siap perang untuknya diunggah channel youtube POLITIK NEGARA.
Video tersebut menampilkan thumbnail gambar Presiden Jokowi bersama lima Ketua Umum Partai dengan narasi yang menyatakan bahwa enam orang tersebut siap perang untuk Anies.
"PDIP TAK TENANG
ANIES MAKIN MEROKET
6 ORANG TERNAMA INI SIAP PERANG UNTUK ANIES," tulis thumbnail video tersebut.
Namun, setelah menyaksikan keseluruhan dari isi video tersebut ternyata tidak ditemukan informasi kredibel terkait klaim dalam narasi.
Ternyata video tersebut hanya berisi potongan video dan gambar dari peristiwa yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel berjudul “Elektabilitas Prabowo Melejit Efek Endorse Jokowi, Pengamat: Ini Jadi Kekuatan” yang diunggah pada 28 Maret 2023.
Thumbnail yang menampilkan Presiden Jokowi bersama lima Ketum Parpol yaitu Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Selain itu, ada juga Ketum PPP Muhamad Mardiono, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan identik dengan foto unggahan artikel berjudul “Di Bawah Komando Jokowi, Ketum PAN Puji Sosok Prabowo dan Airlangga” yang tayang pada 2 April 2023.
Foto tersebut merupakan peristiwa ketika Presiden Jokowi bertemu dengan lima Ketua Umum Partai di markas PAN.
Dalam pertemuan itu membahas tentang wacana penggabungan kekuatan Koalisi Indonesia Bersati (KIB) dan Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).