Ada momen menarik saat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bertemu seniornya di PDI Perjuangan (PDIP) Panda Nababan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keduanya tampak akrab.
Pertemuan itu bermula sebelum acara lari pagi dan blusukan ke Pasar Citeureup bersama bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo.
Kemudian mereka berkumpul untuk sarapan di Saung Berkah, Kabupaten Bogor. Hadir pula Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (TKRPP-PDIP) Adian Napitupulu.
Awalnya, Panda duduk di sebelah Ganjar. Saat Gibran tiba, ia memanggil putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu untuk duduk di sampingnya. Saat itu, Gibran duduk di sebelah Adian.
Gurauan pun terlontar dari mulut Adian kepada Panda Nababan yang menyebut Gibran menginginkan marga.
"Bang, Mas Gibran pengen diberi marga," ujar Adian kepada Panda.
Pernyataan ini pun ditimpali Ganjar. "Marga Nababan," ucapnya sembari tertawa.
Adian kemudian balas menimpali dengan menyebut Gibran ingin diberi marga Napitupulu.
"Bukan, marga Napitupulu," guyon Adian, menimpali.
Sebelumnya, politisi senior PDIP Panda Nababan sempat menyebut Gibran Rakabuming Raka masih anak ingusan. Sehingga belum pantas maju di Pilpres 2024.
"Gibran anak ingusan kok, gimana? Nanti anak itu besar kepala, masih belajar dulu lah," kata Panda dalam sebuah diskusi, Senin (26/6).
Menurut Panda, Gibran masih memerlukan waktu belajar politik. Hal itu untuk menghindari adanya isu dinasti politik.
"Dia butuh proses seperti bapaknya, panjang. Nggak langsung ujug-ujug kayak gitu, kayak dinasti aja," katanya.
Seusai itu, Panda menilai Gibran harus sering mendekatkan diri ke rakyat seperti Jokowi. Menurutnya, tak perlu ada lagi wacana Gibran maju menjadi bakal cawapres
"Dia juga mesti tunjukkan bagaimana kedekatan dia ke rakyat, bagaimana dia memperjuangkan rakyat, seperti yang dilakukan bapaknya. Tiba-tiba anak presiden langsung jadi ya nggak lah," ujarnya.