19 tahun lalu untuk menyambut pemilihan presiden (Pilpres) 2004, partai Golkar menggelar konvensi calon presiden (capres). Ada 5 kandidat saat itu yang bersaing, salah satunya Prabowo Subianto.
Kala itu, Prabowo bersaing dengan empat tokoh Golkar lainnya yakni, Akbar Tanjung, Wiranto, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh.
Sayangnya langkah mantan Danjen Kopassus itu terhenti pada putaran pertama konvensi capres Golkar. Ia menjadi kandidat yang mendapat suara terkecil dari kader Golkar.
Saat itu, Akbar Tanjung pada putaran pertama meraih 147 suara. Wiranto di posisi kedua dengan meraih 137 suara, Aburizal Bakrie 118, Surya Paloh 77, Prabowo hanya mendapat 33 suara.
Mengutip dari berbagai sumber, saat itu ada 28 suara tidak sah, dan satu suara abstain.
Mayoritas suara tidak sah dicoblos bukan di nomor urut kandidat, melainkan nama calon.
Karena tidak ada kandidat yang mendapatkan suara mayoritas yakni 274 atau 50 persen ditambah satu suara, pemilihan dilanjutkan pada putaran kedua.
Pada putaran kedua, Akbar hanya bisa menambah 80 suara, berbeda dengan Wiranto yang berhasil menambah 137 suara.
Mantan atasan Prabowo di militer, Wiranto pun melaju menjadi calon presiden partai Golkar untuk Pemilu 2004.
Baca Juga: Golkar Dukung Prabowo Subianto, Airlangga: Ia Lahir dari Rahim Partai Golkar
19 tahun setelah kekalahan dari konvensi capres Golkar, Prabowo Subianto pada hari ini, Minggu 13 Agustus 2023 mendapat dukungan penuh dari mantan partainya itu untuk bertarung di Pilpres 2024.
Partai Golkar resmi mendeklarasikan dukungan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Ketua umum partai Golkar, Airlangga Hartarto beberkan alasan mengapa partainya mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Menurut Airlangga, Prabowo Subianto lahir dari partai Golkar. Karenanya kata Airlangga, Prabowo sudah tidak perlu diragukan lagi kekaryaannya.
"Karena Bapak Prabowo Subianto lahir dari rahim Partai Golkar. Oleh karena itu, beliau selalu mengikuti kegiatan di Partai Golkar dan kekaryaannya tidak diragukan lagi, egaliter, searah, sejalan dan setujuan dengan Partai Golkar," kata Airlangga di Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (13/8/2023) seperti dikutip dari Suara.com