Jelang pertandingan perdana babak fase grup B Piala AFF U-23 2023 antara Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia, Jumat (18/8) sore di Rayong Provincial Stadium, Thailand, dua pemain Timnas Komang Teguh Trisnanda dan Titan Agung dilarang tampil.
Sanksi federasi sepak bola Asia, AFC terkait kerusuhan final SEA Games 2023 ternyata masih mengingkat kepada dua pemain tersebut.
Alhasil, Komang Teguh Trisnanda dan Titan Agung dilarang untuk tampil di Piala AFF U-23 2023.
Keputusan dari AFC ini terbilang cukup aneh. Hal ini lantaran pihak PSSI sebenarnya sudah mengirimkan surat kepada AFC sejak 2 Agustus 2023, jauh sebelum turnamen Piala AFF U-23 2023 dihelat.
Namun pihak AFC baru merespon surat tersebut pada 14 Agustus 2023. Publik Indonesia juga baru mendapat informasi ini sehari sebelum laga Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia.
Praktis dengan dicoretnya Komang Teguh dan Titan Agung, Shin Tae-yong hanya memiliki 21 pemain di Piala AFF U-23 2023.
Yang juga menjadi pertanyaan publik ialah, SEA Games seharusnya bukan bagian dari kompetisi sepak bola dibawah naungan AFC.
SEA Games merupakan bagian dari pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional atau IOC dan Dewan Olimpiade Asia alias OCA.
Semenatra sanksi yang dijatuhkan kepada pemain Komang Teguh dan Titan Agung pasca rusuh di final SEA Games menurut Komdis AFC telah melanggar Pasal 47 dan 38.2.4 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Jika merujuk pada kode etik AFC di pasal yang digunakan untuk hukum kedua pemain, disebutkan pelarangan untuk pemain yang melanggar pasal 47 ialah disanksi tidak bisa diikutsertakan di pertandingan persabahatan.
"38.2.4.Friendly matches: shall be carried over to the next friendly match; and,"
Mengacu pada hal itu, besar kemungkinan memang AFC menganggap bahwa kompetisi AFF merupakan pertandingan persahabatan.