Ketum umum PSSI Erick Thohir tak bisa bersantai-santai pasca Timnas Indonesia U-23 sukses meraih tiket Piala Asia U-23 2024 di Qatar. Setelah perjuangan pemain di lapangan hijau, kali ini giliran Erick Thohir dan jajarannya bekerja ekstra keras.
Hal ini lantaran Piala Asia U-23 2024 bukan masuk agenda resmi FIFA. Tentu saja hal ini akan bisa menggangu persiapan Timnas Indonesia U-23 yang menjadi debutan.
Status Piala Asia U-23 2024 yang bukan agenda resmi FIFA ini tentu saja mengancam bagi komposisi pemain Timnas U-23. Pemain abroad bisa tak mendapatkan izin klub untuk main di Qatar 2024.
Seperti diketahui, pemain abroad dari Elkan Baggott, Ivar Jenner, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan hingga Rafael Struick menjadi tulang punggung Timnas Indonesia U-23 selama babak kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Sedari sekarang, Erick Thohir dan jajarannya di PSSI wajib kerja keras untuk membuka komunikasi dengan klub-klub di luar negeri yang dibela pemain Timnas Indonesia U-23.
Tidak hanya ke klub luar negeri, jajaran PSSI juga wajib berkomunikasi intens dengan klub BRI Liga 1 yang pemainnya jadi proyeksi kekuatan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024.
Tentu saja publik tak ingin insiden saat Piala AFF U-23 lalu saat Thomas Doll dan Bernardo Tavares berkonflik dengan PSSI lantaran tak izinkan pemain mereka bela Timnas Indonesia U-23 kembali terulang.
Diketahui, Piala Asia U-23 2024 akan digelar pada 15 April hingga 3 Mei tahun depan dan Liga 1 sedang memasuki pekan krusial.
Terkait hal ini, manajer timnas U-23 Indonesia, Endri Erawan mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi.
“Sudah (ada antisipasi). Bahkan yang langsung koordinasi dan langsung bicara, Pak Erick kemungkinan. Karena ini kan tim ya, karena ini targetnya bukan target PSSI saja, tapi target bangsa kita untuk ke Olimpiade. Harus pemain terbaik yang mewakili,” ucap Endri seperti dikutip dari Antara.
Endri janjikan akan jauh-jauh hari membuka komunikasi dengan pihak klub agar kejadian di Piala AFF U-23 2024 tidak lagi terulang.