Timnas Indonesia U-17 berada di grup A Piala Dunia U-17 2023. Di grup A, anak asuh Bima Sakti itu akan segrup dengan Ekuador, Maroko dan Panama.
Ekuador menjadi lawan pertama Timnas Indonesia U-17 di babak fase grup A Piala Dunia U-17 2023. Laga antara Timnas Indonesia U-17 vs Ekuador akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada 10 November 2023.
Ketum PSSI Erick Thohir mengatakan laga melawan Ekuador jadi kunci bagi Timnas Indonesia bisa lolos dari babak fase grup.
“Kuncinya pertandingan pertama sama Ekuador. Kalau kita bisa bermain lepas, menghasilkan poin penuh,” kata Erick seperti dikutip dari Antara.
Seperti apa sebenarya tim Ekuador U-17 yang jadi lawan pertama Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023? Berikut ulasannya
Pelatih Ekuador
Ekuador U-17 saat ini dilatih oleh Diego Martinez. Ia sudah jadi pelatih sejak 16 Juli 2022.
Sebelum menjadi pelatih Ekuador U-17, Martinez merupakan mantan pelatih akademi dari klub Ekuador, Independiente del Valle.
Pelatih yang mengusung formasi 4-3-3 ini telah mencatatkan 12 laga bersama Ekuador U-17. Dari 12 laga ini, Martinez persembahkan 6 kemenangan, 4 hasil imbang dan 2 kekalahan.
Baca Juga: Link Siaran Langsung Drawing Piala Dunia U-17 Malam Ini, Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka?
Dua kekalahan Ekuador U-17 saat melawan Uruguay pada 24 Oktober 2022 dan 6 April 2023. Namun, Martinez berhasil membawa Ekuador kalahkan Argentina U-17 dan menahan imbang Brasil U-17.
Sosok Pemain Kunci
Salah satu sosok pemain kunci di tim Ekuador U-17 ialah Juan Rodriguez. Pemain berposisi gelandang bertahan ini jadi faktor yang membuat Ekuador bisa tampil di Piala Dunia U-17 2023.
Juan Rodriguez memiliki postur tubuh 1,83 meter dengan perawakan tubuh sangat atletis. Hal ini jadi modal utamanya sebagai seorang gelandang bertahan.
Dikutip dari laporan targetscouting, Rodriguez memiliki kemampuan fisik yang kuat untuk duel di lapangan tengah, ia juga sangat bagus dalam lompatan di udara.
Selain itu, Rodriguez disebtu memiliki stamina fisik yang luar biasa. Ia bisa dimainkan selama 90 menit dant terus menjelajah di lapangan tengah tanpa henti.