Hari ini, 14 tahun lalu Persib Bandung kehilangan sosok ketua umum terbaik mereka, Ateng Wahyudi. Ateng hembuskan nafas terakhir pada 16 September 2009.
Ateng Wahyudi meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Borromeus akibat penyakit diabetes yang dideritanya.
Ateng dimakamkan di TPU Babakan Ciparaya, Jalan Farid, Caringin, Kota Bandung pada 17 September 2009. Saat prosesi pemakamannya, ratusan orang ikut mengantarkan jenazah ke tempat peristarahatan terakhirnya.
Ateng merupakan sosok yang memiliki tempat istimewa bagi orang Bandung, terlebih para bobotoh, pendukung setia Persib. Ateng merupakan sosok ketum terbaik Maung Bandung sepanjang sejarah.
Di masa kepemimpinan Ateng, Persib meraih banyak gelar bergengsi, termasuk meraih gelar juara internasional yakni Piala Hassanal Bolkiah usai mengalahkan Malaysia 1-0 lewat gol tunggal Yusuf Bachtiar.
Ateng menjadi ketum Persib pada 1985 menggantikan posisi Solihin GP. Selang setahun, Ateng mengantarkan Persib merai gelar juara Perserikatan.
Pada babak final Perserikatan 1986, Persib meraih kemenangan atas Perseman Manokwari lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman. Ini jadi akhir puasa gelar Persib setelah 25 tahun.
Ateng kembali persembahkan gelar untuk Persib pada 1987, tak tanggung-tanggung Maung Bandung meraih gelar internasional dengan menyabet gelar Piala Hassanal Bolkiah.
Kompetisi Perserikatan 1989/90, Persib kembali menjadi juara di bawah kepemimpinan Ateng. Di partai final, Persib kalahkan Persebaya dengan skor 2-0.
Baca Juga: Buntut Ricuh Stadion Patriot: Persija Disanksi Berat, Persib Cuma Teguran
Sosok Ateng juga yang mempopulerkan Piala Presiden di Bandung setelah menjuarai Kompetisi Perserikatan 1993/1994 dengan mengalahkan PSM Makassar.
Ateng dilahirkan di Bandung pada 16 Maret 1936. Ia memiliki latar belakang sebagai seorang militer. Pangkat terakhirnya ialah Kolonel.
Ateng jadi Wali Kota Bandung menggantikan Wahyu Hamidjaja. Sebagai seorang wali kota, Ateng dikenal sebagai sosok yang peduli lingkungan.
Selama menjabat sebagai Wali kota Bandung, beliau memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap kebersihan kota. Salah satunya dengan mendirikan PD Kebersihan Kota Bandung.
Ia juga sangat peduli dengan penghijauan kota Bandung. Bahkan hingga menjelang akhir hayatnyapun, beliau masih aktif mengawasi kebersihan dan penghijauan kota Bandung.
Ateng tak segan menegur Wali kota-wali kota Bandung penerusnya agar peduli terhadap kebersihan dan penghijauan kota.