"Terapi Telanjang" Sarjana Cantik Ini Diklaim Atasi Kecanduan Pornografi

Arsito Hidayatullah

Senin, 15 September 2014 | 19:42 WIB
"Terapi Telanjang" Sarjana Cantik Ini Diklaim Atasi Kecanduan Pornografi
Sarah White. [SW Modeling/Yann]

Suara.com - Seorang sarjana berparas cantik yang menyebut dirinya sebagai "Terapis Telanjang", mengklaim bisa mengatasi masalah kecanduan pornografi di internet pada lebih dari 1.000 orang. Caranya, dia melakukan konsultasi atau memberikan "terapi" sembari bertelanjang, sebagian besar melalui web cam.

Sarah White, demikian nama perempuan yang senantiasa tampil seksi itu. Prakteknya cukup sederhana, yaitu dia berkomunikasi melalui kamera di internet --atau kadang mungkin bertemu langsung-- sembari melepas pakaiannya. Dia juga membolehkan kliennya melakukan hal serupa, sementara mereka berbincang mengenai masalah hubungan seks, asmara, bahkan juga persoalan hidup secara umum.

Seperti ditulis situs Mirror.co.uk, perempuan berusia 28 tahun ini mengklaim telah membantu ratusan klien di seluruh dunia, termasuk di antaranya sejumlah selebriti dan kalangan VIP. Dia punya pandangan mendasar yang ia yakini, bahwa godaan atau rangsangan adalah kunci demi membuka (sisi) psikologis seseorang.

White juga mengaku percaya bahwa pornografi di internet telah mengubah cara pandang laki-laki terhadap perempuan. Bahkan menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan oleh pornografi tersebut dapat menghentikan seseorang berusaha menemukan cinta dalam kehidupannya.

Meskipun klien (lelaki maupun perempuan) diperbolehkan pula bermasturbasi selama terapi di mana dia bertelanjang, White berkukuh bahwa praktiknya bukanlah layanan "sex-cam". Namun sementara itu, dia mengakui bahwa sesi "terapi" dua arah selama satu jam itu senantiasa berhubungan dengan rangsangan dan kondisi terangsang.

"Pertama, oleh karena telanjang diperbolehkan, maka akan segera hadir perasaan intim, keterbukaan, serta saling percaya antara terapis dan kliennya," tutur White mengemukakan aspek-aspek yang disebutkan sebagai faktor kebehasilan "terapi".

"Banyak di antara klien saya yang mengaku telah merasakan perubahan besar dalam konteks apa yang siap mereka bicarakan denganku ketimbang dengan terapis lainnya yang normal," sambungnya.

"Yang mengejutkan, saya menemukan bahwa banyak lelaki tidak akan bicara pada terapis normal tentang berbagai hal karena mereka merasa terlalu malu atau sungkan," ujarnya lagi.

"Tapi mereka malah merasa nyaman bicara padaku tentang hal-hal itu (yang dirahasiakan), karena mereka menganggap kesediaanku bertelanjang untuk mereka merupakan tanda bahwa saya mempercayai mereka dan bahwa saya tidak akan menghakimi (masalah) mereka, yang tentunya benar," tambahnya.

"Hal kedua, Terapi Telanjang melibatkan godaan seksual sebagai sebuah bagian penting dari pemikiran (cara berpikir)," ungkap White lagi.

"Meminta seorang lelaki berbagi tentang perasaannya di lingkungan di mana godaan seksual dilarang, bagaikan mencoba mengajarinya berenang di daratan," sambungnya pula memberikan analogi.

White diketahui memiliki gelar BA di bidang Tari, selain juga pemegang gelar Bachelor of Science di Ilmu Biologi, yang didapatnya dari sebuah kampus di kawasan pesisir barat Amerika Serikat (AS).

Namun, dia memang tak memiliki lisensi untuk membuka praktik sebagai terapis kejiawaan di AS, terutama lantaran metodenya yang melibatkan rangsangan dinilai tidak etis. Namun perempuan yang tinggal di New York ini berkeras bahwa metodenya justru telah memberikan terobosan baru di dunia psikologi.

"Ya, saya bangga mengatakan bahwa saya telah menjumpai lebih dari 1.000 orang (klien) di mana mereka semua memang ingin berada di sana (bicara) denganku," tuturnya.

"Saya barangkali satu-satunya terapis perempuan di dunia yang bisa menyatakan punya daftar pasien lelaki di mana tak satu pun dari mereka berada di sana (menjalani terapi) karena disuruh oleh hakim (pengadilan) atau oleh istrinya," tandasnya.

Walaupun terapinya kontroversial, sangat terbuka dan juga buka-bukaan, Sarah White mengaku tetap punya batasan tersendiri dalam memberikan terapi. Dia mengaku hanya bersedia melanjutkan pembicaraan jadi lebih seksi alias sambil bertelanjang, jika dia percaya akan ada "keuntungan mental" bagi sang klien. [Mirror]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Skandal "Penari Telanjang dan Video Porno" Libatkan Pelatih Renang

Heboh Skandal "Penari Telanjang dan Video Porno" Libatkan Pelatih Renang

News | Minggu, 14 September 2014 | 06:31 WIB

Bahaya Nonton Film Porno bagi Otak Lelaki

Bahaya Nonton Film Porno bagi Otak Lelaki

Lifestyle | Jum'at, 05 September 2014 | 20:01 WIB

Studi: Nonton Film Porno Bisa Memicu Perceraian

Studi: Nonton Film Porno Bisa Memicu Perceraian

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2014 | 15:38 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×