Keluarga Korban Tragedi MH17 Tuntut Ganti Rugi dari Pemerintah Belanda

Ruben Setiawan

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 01:48 WIB
Keluarga Korban Tragedi MH17 Tuntut Ganti Rugi dari Pemerintah Belanda
Salah satu puing pesawat MAS MH17. (Reuters/Marko Djurica)

Suara.com - Para kerabat korban tragedi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 asal Belanda akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah mereka. Pemerintah dinilai lamban mengambil sikap usai insiden terjadi.

Tragedi yang terjadi pada tanggal 17 Juli lalu menewaskan 298 penumpang dan kru. Sebanyak 196 warga negara Belanda ada di atas pesawat Boeing 777 milik MAS tersebut.

Bob van der Goen, pengacara yang mewakili puluhan keluarga korban mengatakan, sebuah surat sudah dikirim kepada Pemerintahan Belanda pada hari Jumat (10/10/2014). Dalam surat tersebut dikatakan bahwa para kerabat akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban dari Pemerintah Belanda," kata Goen.

"Mereka lalau karena lamban menangani kasus dan tidak segera sampai di lokasi jatuhnya pesawat, yang mana seharusnya bisa dilakukan," lanjut Goen.

Goen juga menyayangkan komentar Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans pada hari Rabu lalu yang menyatakan bahwa salah satu penumpang MH17 masih mengenakan masker oksigen saat ditemukan jenazahnya. Pernyataan yang diberikan dalam sebuah acara talk show itu sontak membuat keluarga terkejut. Pasalnya, mereka belum pernah diinformasikan tentang hal itu.

Atas hal itu, Timmermans sudah melayangkan permintaan maaf.

"Bencana MH17 menyentuh hari saya. Saya berdukacita terhadap keluarga. Hal terakhir yang saya ungkap justru menambah penderitaan mereka. Tidak seharusnya saya mengatakan hal itu. Informasi tersebut tidak disebarluaskan sebab tidak ada kesimpulan yang bisa diambil dari temuan itu dan diperlukan penyelidikan lebih lanjut," kata Timmermans.

Pesawat MAS MH17 jatuh di kawasan Ukraina bagian timur pada 17 Juli lalu. Diduga, pesawat yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu ditembak jatuh dengan peluru kendali darat ke udara. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×