Boni: Pemerintah Tak Bisa Kerja Kalau Tak Ada Dana

Siswanto

Rabu, 19 November 2014 | 10:20 WIB
Boni: Pemerintah Tak Bisa Kerja Kalau Tak Ada Dana
Warga mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraannya di SPBU Cikini, Menteng, Jakarta, Senin (17/11/2014) malam, seiring pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pro dan kontra kebijakan Presiden Joko Widodo dalam menaikkan harga bahan bakar minyak masih menjadi perdebatan oleh beberapa kalangan, khususnya pakar dan pengamat.

Pengamat dari Universitas Indonesia Boni Hargens justru mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Menurut Boni, kenaikan harga BBM hanyalah upaya pengalihan subsidi dari BBM yang konsumtif ke program kerakyatan substantif, seperti kartu sehat dan kartu pintar.

"Saya kira, memberdayakan rakyat lebih penting makanya kenaikan ini bisa diterima. Kita semua tahu, celah fiskal sempit di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," kata Boni, Rabu (19/11/2014).

Lebih lanjut, Boni menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja kalau tidak ada dana. Oleh karena itu, kata dia, kenaikan harga BBM adalah solusi jangka pendek untuk tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan kualitas hidup rakyat.

"Yang paling penting adalah menyelamatkan rakyat miskin karena kita sedang dalam masa transisi. Kalau pondasi ekonomi sudah kuat, seluruh rakyat akan aman," ungkap Boni.

Boni menjelaskan orientasi Jokowi adalah membangun kualitas manusia Indonesia, secara langsung dan nyata, bukan hanya wacana. Itu sebabnya, Presiden berani mengambil keputusan beresiko seperti ini.

"Dia bekerja untuk perubahan, bukan untuk citra. Itulah bedanya dengan pemerintahan sebelumnya," kata Boni.

Boni mengingatkan agar tugas penting kedepan adalah bagaimana pemerintah serius menjalankan program kartu sakti dan program lain yang diarahkan pada pembangunan manusia.

"Saya kira tugas kedepan itu yang penting. Tidak mudah memang menolak kritik dari pendapat yang tidak setuju dengan keputusan ini," kata dia.

Ia menggambarkan seorang anak kecil yang senang bermain tak senang kalau disuruh belajar dan berdoa. Dia tidak mengerti apa artinya buat dirinya. Tapi, itulah cara terbaik orang tua menyelamatkan masa depan anaknya.

"Seperti itulah kurang lebih analogi kebijakan pengalihan subsidi yang dijalankan pemerintahan Jokowi saat ini," katanya.


Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11/2014) malam. Harganya menjadi Rp8.500 per liter, naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp6.500 per liter. Turut naik juga solar menjadi Rp7.500 per liter. Naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp5.500 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muncul Interupsi Agar DPR Pakai Hak Interpelasi

Muncul Interupsi Agar DPR Pakai Hak Interpelasi

News | Selasa, 18 November 2014 | 16:41 WIB

"Meme" Konyol Soal BBM Ramai di Twitter

"Meme" Konyol Soal BBM Ramai di Twitter

News | Selasa, 18 November 2014 | 16:05 WIB

Fraksi PDIP Luncurkan Buku Putih Bela Jokowi

Fraksi PDIP Luncurkan Buku Putih Bela Jokowi

News | Selasa, 18 November 2014 | 15:44 WIB

Alihkan Dana Subsidi BBM untuk Bangun Pabrik

Alihkan Dana Subsidi BBM untuk Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 17 November 2014 | 09:47 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×