Jakarta Banjir Salah Siapa? Ini Jawabannya

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 12 Februari 2015 | 11:20 WIB
Jakarta Banjir Salah Siapa? Ini Jawabannya
Deretan gedung bertingkat dan pemukiman warga di Jakarta, Rabu (11/2). [suara.com/Bernard Chaniago]

Suara.com - Sebenarnya Jakarta banjir, salah siapa? Salah Gubernur DKI Jakarta atau karena sudah sejak dulu banjir terjadi?

Pakar Hidrologi, Ahmad Munir menjelaskan penyebab banjir di Jakarta dari sisi sejarah dan tipologi pembangunan di Jakarta. Dia mengakui jika pembangunan di Ibukota Negara ini sudah tak teratur.

"Masalahnya itu pertumbuhan pemukiman yang begitu cepat," kata Munir saat berbincang dengan suara.com di Kawasan Depok Jawa Barat, Rabu (11/2/2015) kemarin.

Sejak orde baru memerintah, pembangunan di Jakarta melesat dibandingkan pembangunan kota lain. Begitu juga pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan lahan.

Kata dia dengan pertumbuhan itu, banyak kawasan resapan di Jakarta justru dibangun 'taman beton' seperti perumahan dan gedung bertingkat. Kata dia, kawasan Jakarta yang mempunyai banyak dataran cekungan, justru tidak bisa dibangun dengan banyak bangunan.

"Bahkan atlas tahun 1943, itu masih banyak sawah dan kebun. Tapi beberapa puluh tahun ini bisa kita lihat lah. Begitu cepat, itu banjir. Yang disalahkan yah itu, perubahan land use yang begitu cepat," jelas dia.

Dia mengatakan, mau tak mau kawasan pemukiman di bantaran kali dan di kawasan resapan seperti Jakarta Selatan harus dikurangi. Pemprov DKI harus menggusur pemukiman liar di sepanjang 13 sungai besar di Jakarta. Selain itu perbanyak vegetasi dan ruang terbuka hijau di Selatan Jakarta sebagai pintu masuk air Ciliwung dari Bogor.

"Air akan tertahan sebelum masuk ke Jakarta. Makanya perlu dibangun waduk kecil dan kembalikan vegetasi di Jakarta Selatan. Air juga sulit meresap jika masih banyak pemukiman liar di sungai," jelasnya.

Menurutnya, Jakarta tidak bisa dihindari dari banjir. Namun banjir itu bisa dikendalikan dengan berbagai cara. Semisal normalisasi sungai dan membangun waduk-waduk baru untuk menampung debit kiriman air dari Bogor.

"Masa lalu Jakarta memang banjir terus, tapi tidak bisa disalahkan juga. Sekarang yang utama pengendalian banjir itu. Itu solusi jangka pendek," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir di Jakarta, Jokowi: Kalau Tak Bisa Dihilangkan, Dikurangi

Banjir di Jakarta, Jokowi: Kalau Tak Bisa Dihilangkan, Dikurangi

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 06:57 WIB

18 Daerah di Jatim Rawan Banjir dan Tanah longsor

18 Daerah di Jatim Rawan Banjir dan Tanah longsor

News | Rabu, 11 Februari 2015 | 23:59 WIB

Pemkot Tangerang Gratiskan Pengobatan Korban Banjir

Pemkot Tangerang Gratiskan Pengobatan Korban Banjir

News | Rabu, 11 Februari 2015 | 22:42 WIB

Kerugian Akibat Banjir Jakarta Diperkirakan Capai Triliunan

Kerugian Akibat Banjir Jakarta Diperkirakan Capai Triliunan

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2015 | 20:02 WIB

Terkini

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

×