Disekap, PRT 'Dipalak' Rp4 Juta Jika Berhenti Kerja

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Februari 2015 | 19:18 WIB
Disekap, PRT 'Dipalak' Rp4 Juta Jika Berhenti Kerja
Ilustrasi baby sitter (shutterstock)

Suara.com - Seorang Baby Sitter bernama Riska Yulianti mengaku tidak diperbolehkan keluar tempat penampungan yayasan penyalur pekerja rumah tangga (PRT), PT. Citra Kartini Mandiri. Dia disekap.

Riska bercerita tentang kondisinya kepada kakaknya yang bekerja sebagai buruh migran di Taiwan yang bernama Yuni. Melalui pesan singkat, Riska mengatakan ingin keluar dari PT CKM. Namun dirinya ditagih uang denda sebesar Rp4 juta. Yuni pun melaporkan peristiwa itu ke Koordinantor JALA PRT, Lita Anggraini.

"Dia disuruh bayar denda Rp4 juta kalau mau keluar. Kan gila ini," jelas Lita kepada suara.com di kantornya, Selasa (24/2/2015).

Lita mengatakan Riska adalah baby sitter baru. Dia merasa tidak nyaman bekerja di tempat majikannya. Sebab pihak PT Citra Kartini Mandiri tidak menjelaskan dengan rinci soal keadaan anak yang dia jaga. Terlebih Riska yang baru berusia 18 tahun tidak mendapatkan pembelajaran tentang mengasuh anak. Dia langsung dipekerjakan.

"Masalahnya PT Citra ini tidak jelaskan. Keadaan anak yang diasuh itu seperti apa? Hiper aktif kah atau autis kah. Jadi dia ini nggak betah dan mau keluar. Tapi denda," kata Lita.

"Gaji dia sebulan pertama itu sudah dipotong Rp1,7 juta," jelas dia.

Sebelumnya Riska juga membuka ada 29 temannya yang disekap oleh PT Citra Kartinin Mandiri. Mereka tidak diberikan makanan yang layak.

"Cuma dikasih makan sayur, sudah kayak kucing saja," tambah Lita.

PT Citra Kartinin Mandiri ini pernah bermasalah karena dilaporkan ke kepolisian karena menyekap 88 PRT pada Oktober 2013 lalu. Perusahaan penyalur tenaga kerja PRT ini beralamat di Jalian Kucica 16, Blok JF 18, Nomor 17, Bintaro Sektor 9, RT 06/11, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Penyekapan itu terbongkar saat polisi menggrebeknya. Polisi menemukan 34 perempuan di bawah umur dengan di antaranya 3 orang berusia 15 tahun, 10 orang 16 tahun dan 21 orang berusia 17 tahun. Sang pemilik, Wahyu Eddy Wibowo pun ditetapkan sebagai tersangka di Polres Kota Tangerang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT Citra Kartini Mandiri Disebut Kembali Sekap 29 PRT

PT Citra Kartini Mandiri Disebut Kembali Sekap 29 PRT

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 18:49 WIB

Anak Bunuh Ayahnya Karena Selingkuh dengan Pembantu

Anak Bunuh Ayahnya Karena Selingkuh dengan Pembantu

News | Senin, 30 Juni 2014 | 16:57 WIB

DPR Harus Percepat Pengesahan RUU Perlindungan PRT

DPR Harus Percepat Pengesahan RUU Perlindungan PRT

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 14:06 WIB

Petisi untuk Kasus Penyekapan 17 Pekerja Rumah Tangga

Petisi untuk Kasus Penyekapan 17 Pekerja Rumah Tangga

News | Rabu, 26 Februari 2014 | 12:21 WIB

Terkini

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:28 WIB

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

×