Ahok Namai Sapi USB, DPRD: Bila Disamakan Binatang, Itu Hinaan

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2015 | 15:30 WIB
Ahok Namai Sapi USB, DPRD: Bila Disamakan Binatang, Itu Hinaan
Wakil Ketua DPRD DKI 2014-2019, Muhammad Taufik, dari Fraksi Partai Gerindra [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Ketika mengunjungi peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/3/2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta memberikan nama calon anak sapi yang akan lahir. Ahok pun memberinya nama USB atau Unit Sapi Betawi.

Gara-gara nama itu, Ahok didemo massa yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Rasis pada Senin (30/3/2015). Mereka menilai penamaan sapi itu rasis.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik bisa memahami kemarahan massa tersebut.

"Orang Betawi pasti marahlah. Bangga apa? Masa bangga disamain sama binatang," ujar Taufik di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2015).

Menurut Taufik, Ahok menghina orang Betawi.

"Gubernur tuh tanggung jawab melestarikan kebudayaan lokal loh, kalau disamakan dengan binatang itu sama aja penghinaan," kata Taufik.

Dalam aksi di depan gedung Balai Kota kemarin, ada pengunjukrasa yang mengakui dibayar Rp50 ribu. Tapi menurut Taufik hal wajar-wajar saja.

"Dibayar sih biasa-biasa saja, sah-sah aja mungkin buat makan. Lagian, kan itu satu orang yang dibayar, kan," kata Taufik.

Menanggapi demonstrasi itu, Ahok curiga ada yang menggerakkan mereka dengan cara mencari-cari kesalahan.

"Saya curiga, jangan-jangan diatur-atur politik, karena kan sekarang memang lagi cari-cari salah saya apa, gitu kan. Saya ngomong apa juga salah," kata Ahok di gedung Balai Kota.

Kemarin sore, Ahok mengaku heran dengan tuduhan rasis gara-gara menamai sapi dengan sebutan Betawi.

"Makanya saya mau tanya kamu tahu sapi Madura enggak? Mesti minta maaf sama orang Madura. Orang Madura justru bangga punya sapi Madura. Sapi Sumba? Sapi Bali? Kenapa kita menyebut sapi Bali enggak minta maaf sama orang Bali, karena dia bangga," kata dia.

Ahok mengatakan seharusnya masyarakat Betawi bangga nama daerahnya dipatenkan menjadi nama jenis sapi. Sebab, belum tentu Pemprov DKI bisa diberi kesempatan untuk mematenkan jenis sapi unggulan asal Jawa Barat itu.

"Begitu kita mau patenkan itu pakai sapi Betawi kamu marah, kamu bangga dong seharusnya Jakarta ketemu sapi unggulan, jadi rasisnya di mana?," kata Ahok.

Istilah USB juga mengingatkan pada alat universal serial bus yang sempat menjadi topik hangat gara-gara diucapkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung. Ketika itu, Lulung salah sebut. Ia ingin mengatakan UPS (uniterruptible power supply), tapi malah USB. Kebetulan ketika itu sedang ramai-ramainya kasus dana siluman APBD yang sebagian digunakan dialokasikan ke pengadaan UPS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Didemo karena Namai Sapi Betawi, Ahok: Di Mana Rasisnya?

Didemo karena Namai Sapi Betawi, Ahok: Di Mana Rasisnya?

News | Senin, 30 Maret 2015 | 18:59 WIB

Gara-gara Beri Nama Sapi USB, Ahok Diancam Jagoan Tanah Abang

Gara-gara Beri Nama Sapi USB, Ahok Diancam Jagoan Tanah Abang

News | Senin, 30 Maret 2015 | 18:44 WIB

Terkini

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:55 WIB

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:54 WIB

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:42 WIB

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:32 WIB

Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden

Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:31 WIB