Kapal Perang Jadi Rumah Sakit Muncul di Papua

Siswanto

Senin, 04 Mei 2015 | 13:16 WIB
Kapal Perang Jadi Rumah Sakit Muncul di Papua
KRI Dr Soeharso 990 bersandar di Pelabuhan Jayapura, Papua [Lidya Salmah]

Suara.com - KRI Dr. Soeharso 990 menarik perhatian warga Jayapura saat bersandar di Pelabuhan Jayapura, Papua, Senin (4/5/2015) pagi. Pasalnya, selama ini masyarakat awam mengenal fungsi kapal perang sebagai kapal pengangkut pasukan dan material tempur milik TNI AL.

Tapi, kapal perang ini tidak seperti kapal perang biasanya. Masyarakat begitu kagum karena infrastruktur dan sumber daya manusia yang ada di dalam kapal itu setara dengan rumah sakit tipe A.

Dari kejauhan, lambang palang merah terpampang di depan dan belakang kapal. Kapal yang mempunyai panjang 122 meter, bobot saat kosong 11.394 ton, daya angkut 11.300 ton serta kecepatan 15 knot ini memiliki tugas untuk kegiatan kemanusiaan. Dalam keadaan perang sekalipun, kapal ini tak boleh diserang, sebab mereka bertugas menolong korban perang, walau musuh sekalipun.

Kapal buatan Korea Selatan itu dahulu bernama KRI Tanjung Dalpele. Kapal ini tiba di Indonesia pada September 2003 dan beroperasi sebagai kapal bantu angkut personel. Namun, sejak tanggal 17 September 2007, berganti fungsi menjadi rumah sakit terapung dan berganti nama menjadi KRI Dr Soeharso 990.

Komandan KRI Soeharso 990 Letkol Laut (P) Slamet Hariono menjelaskan KRI Soeharso 990 memang satu- satunya kapal TNI AL yang memiliki fasilitas rumah sakit. Karena itu, kapal perang ini disebut sebagai rumah sakit terapung milik TNI-AL satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara.

KRI Dr. Soeharso 990 terdiri dari lima lantai. Lantai dua kapal terdiri dari ruang-ruang seperti bangsal, kamar isolasi, rapat para kru, dan untuk kru. Lantai tiga terdiri dari ruang fasilitas perawatan rumah sakit. Lantai empat dan lima merupakan kamar-kamar kru, ruang pertemuan, dan fasilitas operasional kapal. Di atasnya lagi adalah ruang kemudi dan nakhoda.

"Karena merupakan kapal rumah sakit, jadi di dalamnya juga telah disediakan satu ruang UGD, tiga ruang bedah, enam ruang poliklinik, 14 ruang penunjang klinik, dua ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur," ujar Slamet kepada Suara.com.

Dikatakan Slamet, penempatan ruang klinik berguna untuk operasi di daerah-daerah perang. Tapi, pada saat situasi damai, kapal tersebut digunakan untuk bakti sosial.

"Seperti hari ini kita kesini dalam rangka pengobatan massal bagi warga Jayapura dalam rangka bhakti sosial TNI AL juga sekaligus memperingati hari integrasi Papua ke pangkuan NKRI," kata dia.

Dengan fasilitas klinik yang lengkap, kapal rumah sakit mampu melakukan berbagai aktifitas medis, baik pengobatan maupun praktek operasi besar. KRI Dr Soeharso 990 juga mampu menampung 40-100 pasien rawat inap.

"Kalau dalam keadaan darurat, dapat menampung 400 personel dan sekitar 3.000 penumpang," katanya.

Kapal perang ini juga dilengkapi dua kapal kecil jenis LCU-23M yang parkir di lambung seluas kurang dari 500 meter persegi. LCU memiliki fungsi untuk menjemput pasien ke daratan. Sebab, ketika operasi di pulau terluar, kapal ini tak bisa merapat.

Keadaan di dalam kapal sangat rapi dan bersih. Lantainya mengkilat. Kondisi itu membuat kapal terasa nyaman, bahkan lebih nyaman dibandingkan rumah sakit di darat.

"Beda sekali dengan kondisi rumah sakit yang kita punya. Kapal rumah sakit ini jauh lebih bagus," ujar Bety, salah satu warga Jayapura yang akan berobat di atas kapal. (Lidya Salmah).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

×