Polisi Pamekasan: Pemasangan Atribut PKI Atas Perintah Sekda

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 22 Agustus 2015 | 11:39 WIB
Polisi Pamekasan: Pemasangan Atribut PKI Atas Perintah Sekda
Sejumlah masyarakat di Surabaya, Jawa Timur berdemonstrasi, Kamis (13/8) menolak kebangkitan PKI (Antara).

Suara.com - Polres Pamekasan, Jawa Timur, menyimpulkan pemasangan atribut PKI (Partai Komunis Indonesia) pada Karnaval HUT Ke-70 Kemerdekaan RI (15/8) atas perintah Sekretaris Daerah (Sekda) pemkab setempat.

"Fakta ini terungkap berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas kepada sejumlah panitia, para guru dan siswa yang membawa atribut PKI saat itu," kata Kapolres Pamekasan AKPB Sugeng Muntaha di Pamekasan, Sabtu (22/8/2015).

Selain itu, panitia yang mengonsep peragaan atribut, spanduk dan foto tokoh-tokoh PKI yang dipajang pada karnaval itu adalah PNS bernama Tarmudji, namun Tarmudji mengaku atas perintah panitia pelaksana karnaval yang diketuai Sekda Alwi.

Pengakuan yang sama juga disampaikan sejumlah guru, siswa dan peserta karnaval lain yang diketahui menggunakan atribut PKI pada pelaksanaan karnaval budaya yang digelar Pemkab Pamekasan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Pamekasan saat itu.

"Perintah pemasangat atribut, spandukm dan foto-foto tokoh PKI saat karnaval itu tertulis dalam surat panitia Nomor: 09/PAN.HUT RI/2015 tertanggal 9 Juli 2015 Perihal Pesarta Karnaval, Drumband dan PBB," katanya.

Menanggapi hal itu, Sekda Alwi mengakui perintah memasang atribut PKI sebagaimana pengakuan para guru kepada polisi, peserta karnaval dan para kepala sekolah tersebut dimaksudkan untuk mengenang kekejaman yang dilakukan PKI.

"Kekejaman PKI dengan aksi teatrikal itu merupakan satu dari beberapa tema perjuangan yang hendak dipentaskan dalam karnaval itu," kata Alwi.

Sesuai dengan konsep panitia yang ditandatangani Sekda Alwi, peserta karnaval diminta memakai kostum delapan jenderal yang terbunuh dengan baju kebesaran, lalu ada barisan tokoh-tokoh PKI Aidit dan kawan-kawan serta anggota PKI bersenjata celurit dan simbol-simbol palu dan arit.

Dalam barisan karnaval itu juga dimunculkan barisan wanita PKI dan tokoh-tokoh wanita PKI dalam organisasi (Gerwani) menggunakan kebaya dan jarit sederhana khas wanita desa tempo dulu.

Intinya, panitia hendak memunculkan tonggak sejarah bangsa dalam memberantas gerakan 30 September tahun 1965 yang dilakukan oleh PKI atau yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan G.30S/PKI.

Namun, di lapangan, penampilan atribut dan gambar-gambar PKI itu menunai protes masyarakat, karena simbol PKI yang dipajang tidak diberi silang, sehingga seolah-olah ingin mengampanyekan simbol-simbol PKI kepada masyarakat.

Bahkan, dalam pementasan terkait tema PKI juga diputar lagu "Genjer-genjer" yang merupakan lagu yang selama ini dikenal masyarakat sebagai lagu khas PKI.

Saat ini, kaset lagu ini juga telah disita polisi sebagai barang bukti bersama beberapa atribut, seperti poster, spanduk, gambar tokoh PKI.

Usut Tuntas Kalangan pegiat LSM dan organisasi mahasiswa intra kampus di Pamekasan mendesak petugas mengusut tuntas kasus pemasangan atribut PKI pada pelaksanaan karnaval HUT Kemerdekaan RI yang terjadi pada tanggal 15 Agustus di Pamekasan, Madura itu.

"Kami menilai kasus atribut PKI pada karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi negara, karena negara jelas melarang PKI ada di negeri ini," kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAIN Abdul Malik.

Dengan pemasangan atribut pada HUT Kemerdekaan RI itu, apalagi mengesankan seolah sengaja ingin mengenalkan PKI kepada publik itu merupakan pelanggaran berat, karenanya kasus tersebut harus diusut tuntas.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Madura Sulaisi Abdurrazaq mengatakan pelaku kasus pemajangan atribut organisasi terlarang di negeri ini sebagaimana pada pelaksanaan karnaval Kemerdekaan RI di Pamekasan berpotensi dijerat pasal makar pada negara.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini selanjutnya meminta, polisi hendaknya mengusut secara tuntas kasus itu. "Pasti ada unsur kelalaian dalam kasus ini, kalaupun tidak ditemukan unsur kesengajaan," katanya.

Yang perlu juga dikaji lebih dalam menurut dia, ada tidaknya unsur aparat keamanan dalam susunan kepanitian. Jika ada, maka yang perlu juga diusut adalah keterlibatan aparat keamanan, yakni polisi ataupun TNI.

"Penyidikan kasus ini juga harus transparan, karena masyarakat menunggu perkembangannya. Yang perlu diingat, atribut PKI di karnaval Pamekasan, sangat memancing emosi masyarakat. Ini kan kabupaten yang menerapkan syariat Islam, tapi justru atribut PKI, atribut partai terlarang yang beridiologi anti-agama dan pancasila justru dipertontonkan kepada publik," katanya menjelaskan.

Hingga saat ini, penyelidikan kasus atribut PKI oleh aparat keamanan masih terus berlangsung. Penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh polisi, tetapi juga oleh TNI, yakni Kodim 0826 Pamekasan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wagub Jakarta: Sama Lambang PKI Kok Takut

Wagub Jakarta: Sama Lambang PKI Kok Takut

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 11:45 WIB

Simbol PKI Muncul di Pamekasan, DPR Minta Segera Diinvestigasi

Simbol PKI Muncul di Pamekasan, DPR Minta Segera Diinvestigasi

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 06:19 WIB

Polisi Selidiki Gambar Palu Arit di Kawasan TMII

Polisi Selidiki Gambar Palu Arit di Kawasan TMII

News | Selasa, 18 Agustus 2015 | 19:22 WIB

Menkopolhukam Anggap Kemunculan Atribut PKI Bukan Hal Aneh

Menkopolhukam Anggap Kemunculan Atribut PKI Bukan Hal Aneh

News | Selasa, 18 Agustus 2015 | 14:32 WIB

Komisi I DPR Jelaskan Kenapa Simbol PKI Muncul di Pamekasan

Komisi I DPR Jelaskan Kenapa Simbol PKI Muncul di Pamekasan

News | Selasa, 18 Agustus 2015 | 14:27 WIB

Politisi PDI P Tuding Ada yang Sengaja Isukan PKI Muncul Lagi

Politisi PDI P Tuding Ada yang Sengaja Isukan PKI Muncul Lagi

News | Selasa, 18 Agustus 2015 | 14:00 WIB

Ada Lambang PKI Saat HUT RI, Ahok: Kesaktian Pancasila Terbukti

Ada Lambang PKI Saat HUT RI, Ahok: Kesaktian Pancasila Terbukti

News | Selasa, 18 Agustus 2015 | 13:12 WIB

Ada Lambang PKI di Pamekasan, MPR Sebut BIN Kecolongan

Ada Lambang PKI di Pamekasan, MPR Sebut BIN Kecolongan

News | Senin, 17 Agustus 2015 | 16:28 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB