Pimpinan DPR: Ada Upaya Pemerintah untuk Diam-diam Memaafkan PKI

Arsito Hidayatullah

Rabu, 30 September 2015 | 20:56 WIB
Pimpinan DPR: Ada Upaya Pemerintah untuk Diam-diam Memaafkan PKI
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. [Suara.com/Tri Setyo]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan jika ada seorang pemimpin yang jujur, tulus, dan besar jiwanya dan yang bisa memberikan semacam ketenangan kepada masyarakat untuk rekonsiliasi secara masif sekali dan seterusnya itu maka apa pun bisa terjadi.

"Tapi ini belum punya pemimpin yang seperti itu, ini masih upaya-upaya partisan," kata Fahri, di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Menurutnya jika memang negara dituntut meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI), itu hanyalah upaya partisan, karena ini hanyalah sepotong-sepotong.

"Ini bukan pikiran negarawan, tapi ini upaya partisan, karena ini hanya sepotong-sepotong bukan rekonsiliasi secara umum," ujarnya.

Fahri juga menegaskan masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan secara sepotong-sepotong, akan tetapi harus diselesaikan secara menyeluruh.

"Jangan hanya peristiwa 65 diangkat, terus Priuk, Semanggi, dan lainnya ga diangkat itu nggak bisa, kita harus selesaikan semua mana yang dianggap masalah, kita harus selesaikan semua, kenapa pkinya begitu," katanya.

Sementara itu, lanjut Fahri, harus ada pemikir yang bisa mengajak masyarakat kepada rekonsiliasi secara total, karena ini tidak ada narasinya.

"Pemerintah kita sekarang nggak punya narasi komprehensif tentang rekonsiliasi," ujarnya.

Namun, dirinya menanggap kalau pemerintah tidak mempunyai masalah, dan ada upaya pemerintah untuk memaafkan PKI secara diam-diam.

"Jangan-jangan pemerintah menganggap tidak ada masalah. Tapi kok ada upaya diem-diem memaafkan PKI. Nggak boleh gitu dong, masalah bangsa ini harus selesai total secara menyeluruh jangan sepotong-sepotong," tutupnya.

Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak berencana menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga simpatisan PKI selaku partai terlarang yang menjadi korban dalam G30S tahun 1965. [Nur Habibie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Tolak Komunisme

Aksi Tolak Komunisme

Foto | Rabu, 30 September 2015 | 18:42 WIB

CIA Akhirnya Ungkap Dokumen Rahasia di Balik G30S 1965

CIA Akhirnya Ungkap Dokumen Rahasia di Balik G30S 1965

News | Minggu, 20 September 2015 | 12:29 WIB

Sejawaran Desak Negara Akui Pelanggaran HAM 1965

Sejawaran Desak Negara Akui Pelanggaran HAM 1965

News | Rabu, 16 September 2015 | 06:41 WIB

Ditanya soal Kasus Setya, Fahri: DPR Bebas Bertemu Siapa Pun

Ditanya soal Kasus Setya, Fahri: DPR Bebas Bertemu Siapa Pun

News | Kamis, 10 September 2015 | 06:39 WIB

Terkini

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:44 WIB

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:39 WIB

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:38 WIB

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:31 WIB

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

×