Pemerintah Dipastikan Akan Manfaatkan Data "Panama Papers"

Arsito Hidayatullah

Kamis, 07 April 2016 | 07:20 WIB
Pemerintah Dipastikan Akan Manfaatkan Data "Panama Papers"
Logo firma Mossack Fonseca di Panama City. (Reuters)

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan memanfaatkan "Panama Papers" sebagai referensi tambahan dalam usaha meraup pendapatan negara dari pengampunan pajak (tax amnesty).

"'Panama Papers' akan dijadikan referensi tambahan. Memang banyak individu dan perusahaan yang menyimpan uangnya di perusahaan fiktif di Panama, tetapi berinvestasi di Indonesia," ujar Bambang saat mengisi acara "Sudut Istana" di TVRI, Jakarta, Rabu malam.

Pemerintah, seperti juga yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo, menggunakan hasil investigasi gabungan jurnalis dari berbagai negara itu sebagai pembanding dengan data dari otoritas pajak negara-negara maju yang tergabung dalam G-20. Pemerintah berjanji akan segera mengumumkan hasil kajian terhadap dokumen yang telah menggemparkan dunia tersebut.

Sementara itu terkait "tax amnesty", pemerintah saat ini masih terus berkomunikasi dengan DPR agar pembahasan RUU Pengampunan Pajak segera bisa diselesaikan dan dapat dimasukkan dalam APBN Perubahan.

Namun, kalaupun tidak bisa diselesaikan sampai pengajuan RAPBNP, pemerintah akan melakukan cara lain untuk para wajib pajak yang masih menyimpan uangnya di luar negeri.

"Kami sudah menyiapkan alternatif sumber penerimaan lain yang mirip 'tax amnesty', tetapi pendapatannya akan lebih sedikit," kata Bambang.

Sebelumnya, beredar hasil laporan investigasi mengenai firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, yang di dalamnya terdapat dokumen berisi data perusahaan bayangan di yurisdiksi bebas pajak (tax haven) yang dimanfaatkan untuk menghindari pajak.

Isi dokumen itu mengungkapkan bagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor, sampai buronan disembunyikan di negara bebas pajak.

Sebelumnya Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah memastikan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menilai aset para wajib pajak di luar negeri bukan berasal dari laporan investigasi mengenai firma hukum di Panama. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membuat Perusahaan di Luar Negeri Boleh, Asal Pajaknya Jelas

Membuat Perusahaan di Luar Negeri Boleh, Asal Pajaknya Jelas

Bisnis | Rabu, 06 April 2016 | 19:23 WIB

Soal "Panama Papers", Ini Harapan Mantan Komisioner KPK

Soal "Panama Papers", Ini Harapan Mantan Komisioner KPK

News | Rabu, 06 April 2016 | 16:48 WIB

Terkini

Indonesia Tumbang dari Kazakhstan, Tim Voli Putra Tutup Asian Games 2026 di Peringkat 12

Indonesia Tumbang dari Kazakhstan, Tim Voli Putra Tutup Asian Games 2026 di Peringkat 12

Sport | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan

Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Direstui Pemerintah, Warga Bunuh 23 Ekor Gajah, Dagingnya Jadi Jamuan HUT Kemerdekaan

Direstui Pemerintah, Warga Bunuh 23 Ekor Gajah, Dagingnya Jadi Jamuan HUT Kemerdekaan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:21 WIB

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:20 WIB

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×