RS Sumber Waras, Riwayatmu Kini Merana

Suwarjono, Kurniawan Mas'ud

Senin, 18 April 2016 | 06:01 WIB
RS Sumber Waras, Riwayatmu Kini Merana
RS Sumber Waras makin merana, bangsal tak terawat

Suara.com - Suasana lorong-lorong bangsal tampak sepi. Hanya beberapa keluarga pasien yang hilir mudik. Setiap lorong dijaga oleh petugas keamanan, sesekali perawat melintasi lorong dengan sepeda mini yang menjadi ikon Rumah Sakit Sumber Waras. 

Lorong Rumah Sakit yang sepi

Siang menjelang petang, petugas keamanan agak ketat berjaga, pintu terali besi buka tutup setiap kali memeriksa dan bertanya kepada orang yang hendak menjenguk keluarga. Tak jarang juga petugas mengalihkan pihak keluarga untuk masuk melalui pintu alternatif lainnya, melewati samping gedung rumah sakit kemudian melintasi beberapa bangunan yang sudah tua umurnya. Rumput-rumput liar tumbuh dimana-mana, pagar-pagar besi berlapis karat menjadi pembatas antar satu gedung dengan gedung lainya. 

Salah satu sudut rumah sakit

Rumah Sakit Sumber Waras, dulu pernah berjaya di zamannya. 54 tahun sudah usianya sejak berdiri pada 17 Agustus 1962. Bangunan yang berlokasi di kawasan Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat tersebut kini masih berdiri kokoh dalam pengabdiannya dengan motto "Asih Bina Jiwa Raga".

Kini, Sumber Waras menuai bencana. Namanya kembali mencuat di banyak media. Setelah Pemerintah DKI Jakarta yang pimpin oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) membeli lahannya, ia menjadi sorotan publik dalam laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (LHP BPK) terkait laporan keuangan APBD DKI Jakarta 2014.

Sepeda, salah satu ciri khas

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahawa BPK menemukan adanya indikasi ketidakpatuhan Pemprov DKI Jakarta terhadap peraturan  perundang-undangan dalam hal pembelian lahan Sumber Waras seluas 3,6 hektar. Nilai kerugiannya pun terbilang besar yakni Rp 191 miliar. Data BPK menyebutkan, nilai jual obyek pajak (NJOP) dari lahan yang dibeli Pemprov DKI sekitar Rp 7 juta per meter. Namun, DKI malah membayar NJOP sebesar Rp 20 juta. Hal inilah yang menjadi delik adanya penyimpangan anggaran APBD DKI Tahun 2014 tersebut. 

Direktur utama Rumah Sakit Sumber Waras Abraham Tejanegara pun angkat bicara, malah ia menilai negara diuntungkan dalam proses jual beli tanah rumah sakit tersebut. Menurutnya, Pemprov DKI secara bersih hanya membayar harga lahan Rp 755 miliar. Dan semua urusan administrasi terkait penyerahan lahan diurus oleh RS Sumber Waras. Lanjutnya, Pemprov DKI telah benar membayar harga sesuai NJOP Tahun 2014 senilai Rp 20 juta. Sebab, dalam sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) disebutkan lahan tersebut berada di Jalan Kiai Tapa, bukan Jalan Tomang Utara yang NJOP-nya Rp 7 juta. 

Drama Sumber Waras kian menghawatirkan. Udara yang pengap, tembok yang mengeropos, ruang-ruang bangsal yang tak berpenghuni, menjadi pemandangan yang suram bila di tengok hari demi hari. Dokter, perawat, karyawan hingga pasien hampir berkurang kian kemari. Sumber Waras menyabung diri, tetap bertahan dalam pengabdian dan harga diri.

Foto dan artikel Kurniawan Mas'ud

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manajemen RS Sumber Waras Akui Sudah Diperiksa BPK dan KPK

Manajemen RS Sumber Waras Akui Sudah Diperiksa BPK dan KPK

News | Sabtu, 16 April 2016 | 16:27 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×