Presiden: Tentukan Arah Ekonomi Indonesia!

Madinah

Senin, 12 September 2016 | 14:02 WIB
Presiden: Tentukan Arah Ekonomi Indonesia!
Presiden Jokowi menghadiri KTT Asia Timur yang digelar Kamis, (8/9/2016) di National Convention Centre, Vientiane, Laos[. Laily Rachev/Biro Pers Istana]

Suara.com - Setelah kunjungan kerja (kunker), dalam rangkaian menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN ke Cina dan Laos, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai oleh-oleh. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini membuat kesimpulan dan rencana khas seperti Chief Executive Officer (CEO) tentang inti bisnis (core business) Indonesia.

Dengan kemeja putih polos, Jokowi menyampaikan kesimpulannya dalam Rapat Kerja Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta. Orang nomor satu ini membahas hasil kunker dan kaitannya dengan perekonomian nasional saat ini. Ia berpikir korporasi. Ia ingin agar para bawahannya mengelola negeri ini berdasarkan manajemen perusahaan yang serba solid, penuh speed, dan smart.

Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi menceritakan bahwa persaingan global antar negara, saat ini terbilang sengit dan semakin nyata. Semua negara berlomba-lomba merebutkan market investasi dan modal ke negaranya masing-masing. Ibarat perusahaan, masing-masing negara mempresentasikan portofolio bisnisnya, agar diminati pada investor.

"Dari rangkaian pertemuan, yang kita lakukan dengan kepala-kepala negara, kepala-kepala pemerintahan, baik di G-20 maupun ASEAN Summit, sangat kelihatan, betapa sekarang ini, persaingan antarnegara sangat sengit. Mereka memperebutkan kue ekonomi, baik investasi, arus uang masuk, arus modal, yang sangat sengit," terang presiden berulangkali, dengan intonasi yang sangat jelas, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Atas fakta tersebut, presiden menginstruksikan kepada jajarannya untuk menentukan arah perekonomian nasional. Menurutnya, dengan cara itulah, Indonesia dapat membangun keunikan dan keunggulannya dalam bersaing dengan negara lainnya.

Tugas CEO dalam perusahaan adalah menentukan arah dan mengalokasikan sumber daya. Itulah yang sedang diperankan presiden, yang juga mantan Wali Kota Solo itu.

"Kita harus menentukan apa yang akan menjadi core ekonomi kita, core business negara kita. Dengan itulah kita akan bisa membangun positioning kita. Kita bisa membangun deferensiasi kita. Kita bisa membangun brand negara, sehingga lebih mudah menyelesaikan persoalan-persoalan, tanpa harus kejar-kejaran, apalagi kalah bersaing dengan negara lain," katanya lagi.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), yang turut hadir dalam rapat kabinet tersebut, diberikan kesempatan oleh presiden untuk menyampaikan sejarah perekonomian Indonesia dari awal berdirinya hingga kini.

"Akan kita lihat, sebetulnya di mana yang harus diperbaiki, di mana yang harus kita waspadai. Saya kira akan kelihatan sekali, kalau nanti sudah disampaikan," imbuh presiden.

Sebagian besar anggota Kabinet Kerja hadir dalam rapat kali ini. Tampak di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan-Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian-Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan-Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara-Pratikno, Sekretaris Kabinet-Pramono Anung, dan sejumlah anggota kabinet kerja lainnya.

Pariwisata Bisa Jadi Bisnis Utama Indonesia

Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, memberanikan diri menyampaikan usul, terkait “core business” Indonesia.

"Negara seperti halnya sebuah korporasi, harus memiliki core business, sehingga kita dapat dengan tegas dan jelas menetapkan positioning, differentiating dan branding-nya dengan tepat. Menurut saya, core business negara ini adalah pariwisata!” usulnya.

Arief  menyebutkan, pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komparatif, sehingga layak menjadi bangsa pemenang melalui industri pariwisata.

Pertama, pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. Pada 2019, industri pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia, yang mencapai US$ 24 miliar, melampaui devisa sektor migas, batubara dan minyak kelapa sawit. Dampak devisa ini bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Ultra Beach Bali" Siap Goyang Pulau Dewata

"Ultra Beach Bali" Siap Goyang Pulau Dewata

Lifestyle | Senin, 12 September 2016 | 12:19 WIB

Wapres Minta Aparatur Sipil Solid

Wapres Minta Aparatur Sipil Solid

Lifestyle | Sabtu, 10 September 2016 | 17:02 WIB

Wonderful Indonesia Borong 9 Awards Versi TripAdvisor

Wonderful Indonesia Borong 9 Awards Versi TripAdvisor

Lifestyle | Sabtu, 10 September 2016 | 16:01 WIB

Lagi, Indonesia Sabet 4 PATA Gold Award 2016

Lagi, Indonesia Sabet 4 PATA Gold Award 2016

Lifestyle | Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×