Cari Korban Tenggelam, Basarnas Pakai Kapal Pendeteksi Bawah Laut

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 04 November 2016 | 00:24 WIB
Cari Korban Tenggelam, Basarnas Pakai Kapal Pendeteksi Bawah Laut
Ilustrasi kapal tenggelam. [Shutterstock]

Suara.com - Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan mulai Jumat akan mengoperasikan kapal dengan alat pendeteksi bawah laut untuk mencari korban dan kapal pengangkut TKI ilegal yang tenggelam di perairan Batam, Rabu pagi.

"Mulai hari ketiga kami akan gunakan kapal yang dilengkapi alat pendeteksi objek di bawah laut untuk mencari bangkai kapal dan korban di dalam air," kata Soelistyo di Batam, Kamis.

Tujuan utama pengoperasian kapal tersebut, lanjutnya untuk memastikan titik dan kapal yang tenggelam tersebut yang diperkirakan berada pada kedalaman 20-40 meter.

"Kalau sudah berhasil ditemukan titik tenggelam kapalnya, kami akan menurunkan penyelam untuk evakuasi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya masih banyak terjebak dalam kapal," ujarnya.

Untuk korban meninggal yang belum ditemukan, kata dia, diperkirakan mulai hari ketiga (Jumat) juga akan mulai mengambang di permukaan.

"Jadi selain mencari bangkai kapal dan korban terjebak dalam kapal, besok juga difokuskan operasi permukaan karena diperkirakan banyak mayat akan mengambang," kata Soelistyo.

Ia berharap dengan kekuatan 261 orang personel gabungan dengan mengerahkan 14 kapal dan dua pesawat helikopter akan segera membuahkan hasil maksimal.

"Jumlah personil sudah lebih dari cukup untuk kegiatan ini. Untuk kapal juga tidak akan dioperasikan bersama-sama. Mereka akan bergantian mencari pada titik-titik diperkirakan ada korban meninggal," kata dia.

Soelistyo juga mengatakan, untuk tahap awal pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari terhitung sejak hari kejadian.

Setelah tujuh hari masa pencarian terhadap seluruh korban akan dilakukan evaluasi apakan masih perlu dilanjutkan atau pencarian dihentikan.

Hingga Kamis sore, jumlah korban ditemukan sebanyak 18 jenazah. Sebanyak 12 di antaranya sudah teridentifikasi. Korban hidup sebanyak 41 orang, dan yang belum ditemukan sebanyak 42 orang korban.

Korban meninggal diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam, sementara korban selamat di rumah singgah Dinsos Batam. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puluhan Korban Kapal Tenggelam di Batam Belum Ditemukan

Puluhan Korban Kapal Tenggelam di Batam Belum Ditemukan

News | Kamis, 03 November 2016 | 00:47 WIB

SAR Evakuasi KM Cahaya Abadi yang Nyaris Tenggelam

SAR Evakuasi KM Cahaya Abadi yang Nyaris Tenggelam

News | Minggu, 30 Oktober 2016 | 03:14 WIB

Wagub Minta Perahu Santri Tenggelam Diselidiki

Wagub Minta Perahu Santri Tenggelam Diselidiki

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 12:47 WIB

Kapal Tenggelam di Thailand, 12 Orang Meninggal Dunia

Kapal Tenggelam di Thailand, 12 Orang Meninggal Dunia

News | Minggu, 18 September 2016 | 20:51 WIB

Terkini

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

×