Sebuah Peristiwa Langka Terjadi di El Savador

Dythia Novianty

Senin, 16 Januari 2017 | 07:39 WIB
Sebuah Peristiwa Langka Terjadi di El Savador
Presiden El Savador Sanchez Ceren. [AFP]

Suara.com - El Salvador, salah satu tempat paling berbahaya di dunia, untuk pertama kalinya satu hari tanpa pembunuhan dalam hampir dua tahun berlalu.

Peristiwa langka ini terjadi sebagai dampak dari penangguhan hukum pada Rabu (11/1/2017) waktu setempat, dimana kemudian menyebabkan genjatan senjata perang antar geng.

Negara ini mengalami rata-rata 14,4 pembunuhan per hari. Rata-rata di El Savador terjadi 81 pembunuhan dari 100.000 penduduk. Lebih buruk 10 kali dibandingkan yang terjadi di St. Lois, kota paling mematikan di Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan FBI.

Chicago, sempat menjadi berita utama pada tahun lalu karena tingginya tingkat kekerasan, dengan rata-rata 6,3 pembunuhan per 100.000 penduduk.

Terakhir kali El Savador sehari 'bebas' pembunuhan pada 22 Januari 2015, seperti dikutip USA Today dari Associated Press. Polisi mengatakan, mereka mencatat 99 pembunuhan terjadi dalam 10 hari pertama pada tahun 2017, seperti dikutip USA Today dari The New York Times.

Sebetulnya, secara total tingkat pembunuhan El Salvador mengalami penurunan hampir seperlima dibandingkan tahun lalu. Negara Amerika Tengah memang terkenal merupakan salah negara di dunia yang paling tinggi tingkat kekerasannya.

Dari kutipan NBC News, Presiden Salvador Sanchez Ceren, mantan gerilya, mengambil alih kekuasaan pada tahun 2014 dengan tujuan menghadapi geng. Upaya itu dilakukan setelah peristiwa pembantaian tahun lalu, di mana anggota geng menggunakan senjata dan parang untuk membantai 11 orang.

Sebuah serangan balasan militer telah membantu mengurangi pembunuhan, kata pemerintah, tetapi tiga geng utama - Mara Salvatrucha, Barrio 18 Revolucionarios dan Barrio 18 Surenos - Maret lalu mengatakan tindakan keras itu tidak perlu karena mereka telah sepakat untuk pakta non-agresi.

Direktur Polisi Sipil Nasional, Howard Cotto menyatakan kepada wartawan bahwa kekerasan mulai menurun sejak 2016 berakhir dengan 5.278 pembunuhan. Jumlah tersebut 20% lebih sedikit dibandingkan pada tahun 2015.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peringatan Hari Badut Nasional

Peringatan Hari Badut Nasional

Foto | Kamis, 04 Desember 2014 | 14:23 WIB

Peringatan Tsunami di El Savador Dicabut

Peringatan Tsunami di El Savador Dicabut

News | Selasa, 14 Oktober 2014 | 13:05 WIB

Pascagempa 7,4 SR, Gelombang Tsunami Ancam Sapu Wilayah Ini

Pascagempa 7,4 SR, Gelombang Tsunami Ancam Sapu Wilayah Ini

News | Selasa, 14 Oktober 2014 | 11:46 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×