Kasus Dokter Fiera, Leonard, Carlos, Polisi Disebut Menyedihkan

Siswanto

Minggu, 28 Mei 2017 | 20:03 WIB
Kasus Dokter Fiera, Leonard, Carlos, Polisi Disebut Menyedihkan
Ilustrasi Polda Metro Jaya [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Dewan Pengurus Nasional Pergerakan Indonesia miris dengan kasus yang menimpa dokter RSUD Kota Solok, Sumatera Barat, Fiera Lovita.

"Bagaimana seorang ibu diintimidasi oleh segerombolan orang yang mengaku ormas dan dipaksa meminta maaf atas perbuatan yang sama sekali tidak salah," kata Ketua Umum DPN Pergerakan Indonesia Sereida Tambunan, Minggu (28/5/2017).

Sereida mengatakan perbedaan pendapat di negara demokrasi adalah dilindungi hukum, bahkan konstitusi UUD 1945. Kejadian yang menimpa Fiera bukanlah yang pertamakali. Menurut data Safenet, kurang lebih ada 45 kasus intimidasi. Dari yang mengalami intimidasi sampai ada yang dipaksa keluar dari pekerjaannya.

"Menyedihkan, aparat keamanan dalam hal ini kepolisian justru tidak melindungi korban, cenderung membiarkan intimidasi ini berlangsung. Pada kasus dokter Fiera, polisi justru memfasilitasi pertemuan intimidatif yang dilakukan ormas. Pada kasus Leonard Edward dan Carlos di Jakarta, justru korban, Carlos yang dipukuli massa, sempat mendekam di penjara kantor polisi. Bukan menangkap para pelaku kekerasan, namun polisi justru menekan korban," kata dia.

Menurut Sereida ancaman pada demokrasi Indonesia sudah nyata. Jika hal ini tidak segera ditangani, katanya, maka negeri ini akan jatuh pada era totaliter dan tirani kekerasan oleh segelintir kelompok masyarakat.

Itu sebabnya, DPN Pergerakan Indonesia menyatakan sikap. Pertama, mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah menangkap seorang admin sebuah akun yang berisikan ujaran kebencian, fitnah dan SARA.

Namun mengingatkan pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar terus menerus mendisiplinkan anggota kepolisian agar menjalankan tugas yaitu melindungi warga negara Indonesia. Kepolisian juga harus menangkap dan memproses hukum pihak-pihak yang melakukan kekerasan, intimidasi secara langsung maupun yang melakukan ujaran kebencian di internet.

Kedua, mendesak pada Menteri Kominfo  Rudiantara untuk segera menutup akun-akun media sosial yang menyebarkan ancaman kekerasan, ujaran kebencian. Bukti-bukti sudah banyak, korban sudah berjatuhan.Tim Trust Positif Kementerian Kominfo mesti lebih cepat bertindak. 

Ketiga, mendesak Menkopolhukam Wiranto untuk segera melakukan penataan nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan terhadap organisasi-organisasi liar yang selama ini bertindak anti Pancasila dan mengganggu kerukunan NKRI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×