Buntut Cuitan Trump, Pakistan Panggil Dubes AS

Yazir Farouk | Suara.com

Rabu, 03 Januari 2018 | 00:23 WIB
Buntut Cuitan Trump, Pakistan Panggil Dubes AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [AFP/Nicholas Kamm]

Suara.com - Pakistan memanggil duta besar Amerika Serikat sebagai protes terhadap kicauan marah Presiden AS Donald Trump tentang "kebohongan dan ketakjujuran" Pakistan.

David Hale, dubes AS untuk Pakistan dipanggil oleh kantor Kemlu Pakistan pada Senin untuk menjelaskan kicauan Trump. Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS membenarkan bahwa pertemuan itu terjadi.

Dalam sebuah serangan yang menghina, Trump pada Senin mengatakan AS "dengan bodoh" menyerahkan kepada Pakistan bantuan senilai lebih 33 miliar dolar AS dalam 15 tahun terakhir dan tak dihadiahi apa-apa kecuali "kebohongan dan ketakjujuran".

"Mereka memberikan tempat aman kepada para teroris yang kami buru di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tak lagi!," demikian tulis Trump di Twitter.

Kata-kata keras Trump menarik pujian dari musuh lama Pakistan, India, tetangga Afghanistan, tetapi sekutu lamanya China membela usaha Pakistan dalam memerangi "terorisme".

Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi pada Selasa akan memimpin sidang kabinet yang akan fokus membahas kicauan Trump, sementara pada Rabu para kepala tertinggi militer dan sipil akan bertemu untuk membahas hubungan AS yang memburuk.

Hubungan AS dan Pakistan telah terganggu selama beberapa tahun atas dugaan dukungan Islamabad kepada jejaring militan Haqqani, yang bersekutu dengan Taliban Afghanistan.

AS juga menduga para panglima senior Taliban Afghanistan tinggal di wilayah Pakistan. Pada tahun 2016, pemimpin Taliban waktu itu Mullah Mansour terbunuh akibat serangan drone AS di dalam wilayah Pakistan dan pada tahun 2011, pemimpin Alqaida Osama bin laden ditemukan dan dibunuh oleh pasukan AS di kota Abbotabad, Pakistan.

Washington telah mengisyaratkan kepada Pakistan bahwa pihaknya akan mengurangi bantuan dan memberlakukan langkah-langkah lain bersifat hukuman jika Islamabad tak menghentikan bantuan atau menutup mata atas jejaring militan Haqqani yang melancarkan serangan-serangan lintas batas di Afghanistan.

Islamabad membantah pandangan bahwa pihaknya tak cukup berbuat dalam perang melawan militansi, dengan menyatakan bahwa sejak 2001, Pakistan telah menderita akibat militansi, lebih daripada yang dialami AS. Jumlah korban terbunuh mencapai puluhan ribu.

Menlu Asif memandang komentar-komentar Trump sebagai dagelan politik karena frustrasi atas kegagalan AS di Afghanistan, tempat para militan Taliban Afghanistan telah menguasai wilayah dan melancarkan serangan-serangan besar.

"Dia telah mengeluarkan kicauan terhadap kami (Pakistan) dan Iran untuk konsumsi domestik," kata Asif kepada Geo TV pada Senin.

"Dia berkali-kali menempatkan frustrasinya atas Pakistan karena kegagalan di Afghanistan sementara mereka terperangkap di jalan buntu di Afghanistan." Asif menambahkan bahwa Pakistan tidak memerlukan bantuan AS. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Cuitan' Pertama 2018, Trump Bilang AS Bodoh Bantu Negara Ini

'Cuitan' Pertama 2018, Trump Bilang AS Bodoh Bantu Negara Ini

News | Selasa, 02 Januari 2018 | 15:30 WIB

Aksi Anti Pemerintah Iran Membesar, Presiden Trump Ikut Provokasi

Aksi Anti Pemerintah Iran Membesar, Presiden Trump Ikut Provokasi

News | Selasa, 02 Januari 2018 | 13:22 WIB

Akun Pengunggah Video Anti-Islam Diblokir Twitter

Akun Pengunggah Video Anti-Islam Diblokir Twitter

Tekno | Selasa, 02 Januari 2018 | 09:44 WIB

Tweet Perdana di Tahun Baru, Trump 'Serang' Pakistan

Tweet Perdana di Tahun Baru, Trump 'Serang' Pakistan

Tekno | Selasa, 02 Januari 2018 | 07:01 WIB

Peringati Tahun Baru, 'Anjing' Raksasa Trump Mejeng di Mall

Peringati Tahun Baru, 'Anjing' Raksasa Trump Mejeng di Mall

Lifestyle | Senin, 01 Januari 2018 | 21:45 WIB

Terkini

Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar

Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:06 WIB

Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!

Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:59 WIB

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:45 WIB

Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bikin Geger, Dewas KPK Turun Tangan

Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bikin Geger, Dewas KPK Turun Tangan

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:32 WIB

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:27 WIB

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:56 WIB

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:45 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB