Terancam UU Darurat, Penembak Mobil Anak Buah Risma Tetap Santai

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 17 Maret 2018 | 17:19 WIB
Terancam UU Darurat, Penembak Mobil Anak Buah Risma Tetap Santai
Tersangka penembak mobil anak buah Tri Rismaharini, Royce Muljanto (baju biru), terus tersenyum saat berbincang dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. [Suara.com/Achmad Ali]

Suara.com - Royce Muljanto atau RM (38), tersangka penembak mobil milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi, terlihat tenang meski dia terancam UU Darurat atas tindakannya.

Mengenakan celana warna biru dan kemeja batik yang dilapisi baju kaus tahanan warna biru bertuliskan Satreskrim Polrestabes Surabaya 56, RM tampak terus melemparkan senyum kepada wartawan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menyampaikan, dalam kasus ini, Royce dijerat Pasal 406 KUHP juncto Pasal 335 KUHP, dan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Perbuatan Royce dapat membahayakan keselamatan orang lain. Selain itu, peruntukan senjata tak tepat. Yang utama adalah Undang-Undang Darurat. Pasal-pasal yang ancaman hukumannya tinggi lalu kami subsiderkan, ancaman hukumannya maksimal 20 tahun," terang Rudi, di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (17/3/2018).

Saat bertatap muka dengan awak media, RM sendiri sempat menyampaikan unek-uneknya. Dia mengaku khilaf atas apa yang dilakukannya. Dia pun berharap korban (Ery) mau memaafkan perbuatannya.

"Semoga Pak Ery membukakan pintu maaf kepada saya seluas-luasnya," sambung RM.

RM bahkan berjanji akan bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang dialami Ery Cahyadi. RM berjanji akan memperbaiki mobil yang ditembakinya itu hingga kembali seperti semula dan bisa dipakai lagi oleh Ery.

"Saya akan bertanggung jawab apa pun, sampai Pak Ery puas dan nyaman," pungkas RM.

Sebelumnya, mobil Toyota Innova warna hitam dengan Nopol L 88 EC milik anak buah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang diparkir di garasi rumahnya, diketahui diberondong tembakan oleh orang tak dikenal.

baca juga

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/3) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, di Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan. Terdapat sebanyak 9-10 bekas tembakan di body mobil tersebut. [Achmad Ali]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sakit Hati, Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Sakit Hati, Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

News | Sabtu, 17 Maret 2018 | 06:45 WIB

Penampakan Senjata untuk Tembaki Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Penampakan Senjata untuk Tembaki Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 16:32 WIB

Diteror 3 Tembakan, Ery Cahyadi Pegang Proyek Teknis di Surabaya

Diteror 3 Tembakan, Ery Cahyadi Pegang Proyek Teknis di Surabaya

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 12:26 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×