Motif Wakapolres Lombok Tengah Tembak Adik Ipar Masih Gelap

Pebriansyah Ariefana | Welly Hidayat | Suara.com

Senin, 09 April 2018 | 18:35 WIB
Motif Wakapolres Lombok Tengah Tembak Adik Ipar Masih Gelap
Ilustrasi senjata api (Shutterstock).

Suara.com - Mabes Polri masih mendalami motif Wakil Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah Komisaris Polisi Fahrizal yang menembak adik iparnya bernama Jumingan alias Iwan hingga tewas.

"Untuk motifnya sampai saat ini kami sedang pelajari. Prinsipnya kompol F sedang kami lakukan proses sebagai mekanisme yang ada di polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).

Peritiwa tersebut, ketika Fahrizal mengunjungi rumah ibunya di Medan Sumatera Selatan, pada Rabu (4/4/2018). Proses hukum Fahrizal kini sedang dilakukan di Polrestabes Medan.

Menurut Iqbal, Tim Propam Mabes Polri pun kini tengah memeriksa aspek psikologis Fahrizal. Selain itu, terkait kode etik Fahrizal menunggu mekanisme selanjutnya terkait proses hukum. Apakah sekaligus Fahrizal akan dilakukan pemecetan.

"Itu ada (soal pemecatan) mekanismenya. Dilakukan dulu hukuman pidananya setelah itu, baru ada sidang kode etik. Tunggu saja mekanismenya," ujar Iqbal.

Iqbal menyebut Polri turut prihati atas peristiwa penembakan yang dilakukan Fahrizal. Menurut Iqbal, aksi yang dilakukan Fahrizal bukan sebagai sosok pengayom dan pelindung masyarakat.

Sementara itu, Iqbal sebenarnya seluruh anggota Polri yang memegang senjata api selalu dilakukan pengecekan psikologisnya.

"Setiap tahun kami lakukan proses penguatan - penguatan psikologi setiap pemegang senpi. Kami akan melakukan pengawasan pengendalian terhadap pemegang senpi," kata Iqbal.

Sebelumya Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan telah terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan Fahrizal. Lantaran dalam keadaan tidak bertugas anggota polri tidak diperbolehkan membawa senjata.

"Cuti, tidak boleh bawa senjata api. Senjata api hanya dibawa untuk dinas. Kecuali dia ditugaskan di suatu daerah, penangkapan, tugas ke daerah konflik, memang dilengkapi senjata. Tapi kalau cuti ke mana bawa senjata, tak boleh," ujar Setyo, Jumat (6/4/2018)

Menurut Informasi, awal peristiwa terjadinya cekcok mulut antara Fahrizal dengan Ibunya. Belum diketahui penyebab keributan itu.

Kemudian, Fahrizal pun menodongkan senjata api ke arah ibunya. Sehingga korban Iwan, yang melihat kejadian mencoba melerai.

Ketika hendak melerai, ternyata Fahrizal mengacungkan senjata api ke arah Iwan dan meletuskan tembakan mengenai kepala dan perut korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TPDI Desak Kapolres Usut Tuntas Penembakan di Manggarai

TPDI Desak Kapolres Usut Tuntas Penembakan di Manggarai

News | Sabtu, 31 Maret 2018 | 13:32 WIB

Sakit Hati, Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Sakit Hati, Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

News | Sabtu, 17 Maret 2018 | 06:45 WIB

Penembak Mobil Anak Buah Wali Kota Risma Jadi Tersangka

Penembak Mobil Anak Buah Wali Kota Risma Jadi Tersangka

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 10:56 WIB

Penampakan Senjata untuk Tembaki Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Penampakan Senjata untuk Tembaki Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 16:32 WIB

Polisi Selidiki Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Polisi Selidiki Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 13:03 WIB

Terkini

Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR

Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:01 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:55 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:31 WIB

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:26 WIB

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:18 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB