PSI Ungkap Ciri Politisi Sontoloyo yang Dipopulerkan Jokowi

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 24 Oktober 2018 | 23:34 WIB
PSI Ungkap Ciri Politisi Sontoloyo yang Dipopulerkan Jokowi
Presiden Joko Widodo. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta masyarakat berhati-hati dengan politikus sontoloyo merupakan peringatan bagi semua politikus di Indonesia.

Raja menuturkan salah satu indikasi politikus sontoloyo yakni politisi yang kerap melakukan manipulatif data. Karena itu, Raja meminta kepada politikus -politikus untuk tidak memanipulasi data.

"Sebagai politisi, hendaknya kita tidak memanipulasi data, salah satu indikasi politisi sontoloyo adalah politisi yang manupulatif data kemiskinan jelas-jelas turun, angka kemiskinan dalam periode ini single digit, dalam sejarah Indonesia merdekan, tapi masih dikatakan kemiskinan naik terus," ujar Raja di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (24/10/2018) .

"Angka penganggiran yang kita lihat juga 5, sekian persen ditengah tumbuhnya angkatan kerja 3 juta pertahun. Artinya selama 4 tahun pak Jokowi ada sekitar 12 juta lapangan kerja dibuka yg normal terjadi. Masih disebutkan bahwa pengangguran nai, nah. Nah ini adalah politik sontoloyo yang memanipulasi data yang setiap hari mengumbar ujaran kebencian yang setiap hari melakukan kampamye ketakutan. politik of fire. Bukan politik hope atau politik optimisme," papar dia.

Oleh karena itu, ia menyebut pernyataan Jokowi merupakan sindiran yang ditujukkan kepada orang-orang yang memanipulasi data.

"Ini yang saya kira sindiran dari pak Jokowi, sekali lagi tertuju kepada siapapun tetapi kepada orang-orang yang kira memenuhi kriteria yang tadi saya sampaikan," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati dengan para politikus. Pasalnya, di Indonesia bukan hanya ada politikus yang baik-baik, tetapi juga ada politikus sontoloyo.

Jokowi mengatakan, segala sesuatu yang ada di pemerintahan selalu dikaitkan dengan politik. Menurut Jokowi, hal itu merupakan hasil perbuatan para politikus sontoloyo.

Jokowi mengakui, politikus sontoloyo yang ia sebutkan merupakan suatu kebenaran yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan bisa menyaring yang benar dan salah.

"Saya bicara apa adanya saja, sudah, marilah kita saring. Saya lihat masyarakat sekarang sudah semakin pintar, semakin matang dalam berpolitik," ungkap Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Raja Juli: Jokowi Tegas Tanpa Kata-kata Tak Pantas ke Anak Buah

Raja Juli: Jokowi Tegas Tanpa Kata-kata Tak Pantas ke Anak Buah

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 21:41 WIB

Bendera Tauhid Dibakar, FUI Berharap Presiden Jokowi Tobat Nasuha

Bendera Tauhid Dibakar, FUI Berharap Presiden Jokowi Tobat Nasuha

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 20:21 WIB

Jokowi Sindir Oposisi: Salah Sedikit Demo 3 Bulan di Depan Istana

Jokowi Sindir Oposisi: Salah Sedikit Demo 3 Bulan di Depan Istana

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 19:19 WIB

4 Tahun Jokowi - JK, Rasio Elektrifikasi Sudah Lampaui Target

4 Tahun Jokowi - JK, Rasio Elektrifikasi Sudah Lampaui Target

Bisnis | Rabu, 24 Oktober 2018 | 19:09 WIB

Sebut Politikus Sontoloyo, Jokowi: Saya Keceplosan karena Jengkel

Sebut Politikus Sontoloyo, Jokowi: Saya Keceplosan karena Jengkel

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 18:05 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB