5 Keterangan 'Ganjil' Saksi Prabowo di Sidang MK

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 21 Juni 2019 | 11:31 WIB
5 Keterangan 'Ganjil' Saksi Prabowo di Sidang MK
Saksi dari tim Prabowo saat disumpah jelang sidang sengketa Pilpres 2019, Rabu (19/6/2019). (Antara)

Suara.com - Banyak peristiwa dan momen yang terjadi selama sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6/2019).

Ada pula beberapa keterangan ganjil yang dirangkum SUARA.com dari beberapa saksi yang diajukan oleh tim hukum Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Berikut 5 keterangan ganjil versi SUARA.com seperti dirangkum, Jumat (21/6/2019):

1. Jadi Saksi MK, Diancam Bulan April

Salah seorang saksi Prabowo-Sandi, Agus Maksum, sempat ditanyakan hakim apakah dalam memberikan keterangan, di bawah tekanan atau ancaman.

Agus Maksum sempat mengamini bahwa ada ancaman tersebut, "Oo..sebelumnya, kami ada (dapat) ancaman itu."

Mendengar jawaban tersebut, Aswanto pun mencecar Agus Maksum dengan pertanyaat, "Ancaman dalam bentuk apa yang Saudara alami?"

Sempat mengelak untuk menjelaskan, Agus Maksum akhirnya buka suara setelah didesak Aswanto karena sidang di MK sudah terbuka untuk umum.

"Ancaman ini pernah sampai kepada saya, juga keluarga saya, dan juga sudah tersebar beritanya. Tentang ancaman pembunuhan," ujar Agus.

baca juga

Aswanto bertanya, "Kapan Saudara diancam?" Agus Maksum pun menjawab, "Sekitar bulan April, mendekati bulan April, di awal bulan April."

Heran dengan jawaban Agus Maksum, Aswanto bertanya, "Berarti ketika itu Saudara belum ketahuan akan menjadi saksi atau tidak (di sidang sengketa Pilpres 2019--red)?"

Agus Maksum pun langsung meralat, "Oh itu (ancaman) berkaitan dengan DPT."

2. Misteri Udung

Sosok misterius Udung ini disampaikan oleh Agus Maksum. Namun, Agus Maksum mendadak bingung saat hakim menanyakan sosok Udung sesungguhnya.

Agus menjadi saksi untuk diperiksa terkait adanya dugaan kecurangan selama Pemilu 2019 melalui Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan oleh termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia memberikan contoh dengan menyebut satu nama yakni Udung, warga Pangalengan, Bandung yang disebut terdaftar dengan data KTP invalid.

Awalnya ia mengaku tidak bisa memastikan apakah Udung memang nyata atau tidak. Sebab, pihaknya tidak memeriksa ke lapangan.

Namun, saat dicecar oleh hakim pernyataan Agus Maksum berubah menjadi tidak tahu.

Hal tersebut memantik hakim I Dewa Gede Palguna terus mencecar Agus Maksum mengenai sosok Udung hingga membuat Agus Maksum tampak kebingungan.

3. Waktu tempuh 3 Jam

Dalam persidangan, saksi Beti Kristina mengaku menemukan sejumlah bukti kecurangan Pemilu di Kecamatan Juwangi, Boyolali. Adapun perjalanan dari kediamannya di Kecamatan Teras, Boyolali menuju ke Juwangi memakan waktu hingga 3 jam.

Pengakuan dari Beti Kristina ini mengundang penasaran hakim MK Suhartoyo. Ia langsung memeriksa jarak tempuh Teras menuju ke Juwangi melalui Google Maps namun tertulis waktu tempuh 1 jam 30 menit.

"Saya juga langsung membuka Google Maps, jarak Juwangi ke Teras 50 km, 1 jam 30 menit kalau tidak lewat tol. Kok bisa tiga jam seperti apa?" tanya hakim Suhartoyo seperti dikutip Suara.com dari video.

Beti mengaku bila akses jalan dari Teras menuju ke Juwangi sangat sulit sehingga memakan waktu cukup lama. "Karena medannya sangat sulit bapak hakim," jawab Beti Kristina.

Hakim Suhartoyo yang merasa bingung mempertanyakan kondisi jalan yang dilalui oleh Beti Kristina menuju ke lokasi. "Hari gini masih ada medan sulit di Boyolali? Tapi sudah aspal semua?" tanya hakim Suhartoyo.

"Tidak ada aspal," ungkap Beti Kristina.

4. Kecurangan di Lokasi Kemenangan Prabowo

Saksi Prabowo-Sandi, Idham Amiruddin, memaparkan NIK siluman yang merupakan rekayasa. Ketua Tim Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin sempat melemparkan pertanyaan kepada Idham.

Dalam persidangan itu, Idham sempat menjelaskan asal daerahnya yakni Makassar. Dirinya mengamini apabila hanya 6 TPS yang menggunakan DPT valid.

Ali kemudian menanyakan soal pengecekan yang dilakukan oleh Idham untuk melakukan verifikasi. Idham menjelaskan bahwa dirinya melakukan uji sample saat hari pemungutan suara.

Ia mencocokan data yang dimilikinya dengan data DPT yang tertempel di setiap TPS.

Lebih lanjut Ali kembali melemparkan pertanyaan. Ia bertanya apakah adanya NIK rekayasa itu juga terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Ali memastikan kepada Idham apakah dirinya mengetahui kalau Prabowo - Sandiaga unggul di daerah-daerah yang disebutkannya menggunakan DPT dengan NIK rekayasa.

"Bapak tahu enggak di Enrekang itu 02 mendapatkan suara 75 persen?" tanya Ali.

"Saya tidak tahu," jawab Idham.

5. Jumlah RT

Berawal ketika saksi yang dari tim Prabowo-Sandi, Nur Latifah, mengaku mendapat intimidasi. Ketika itu, dia ditanyakan oleh Hakim MK Suhartoyo terkait kependudukan

“Anda juga penduduk situ, Bu? Di kampung apa namanya?” tanya Suhartoyo kepada Nur Latifah. Pun Nur Latifah menjawab, "Dusun Winongsari.”

Suhartoyo pun bertanya, “RT berapa?” Pertanyaan itu dijawab oleh Nur Latifah, “RT kosong empat.”

Namun, ketika Suhartoyo bertanya, “Ada berapa RT dusunmu?” Nur Latifah menjawab, "Ada dua.”

Mendengar jawaban Nur latifah, Suhartoyo menanggapi sambil batuk, “Duaa…errrgg….emmm…”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPU Sebut Pilpres 2019 Nihil Kecurangan, BW: Perlu Kacamata Mioptik

KPU Sebut Pilpres 2019 Nihil Kecurangan, BW: Perlu Kacamata Mioptik

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 11:15 WIB

Bambang Widjojanto Disemprot Hakim karena Berpindah-pindah Bangku

Bambang Widjojanto Disemprot Hakim karena Berpindah-pindah Bangku

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 11:06 WIB

Jumat Pekan Depan, 100 Ribu Orang dari PA 212 Geruduk Gedung MK

Jumat Pekan Depan, 100 Ribu Orang dari PA 212 Geruduk Gedung MK

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 10:40 WIB

Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019 Jalan Depan Gedung MK Terpantau Lancar

Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019 Jalan Depan Gedung MK Terpantau Lancar

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 08:33 WIB

Tak Ada Saksi, Bawaslu Hanya Serahkan 200 Lembar Jawaban Tertulis ke MK

Tak Ada Saksi, Bawaslu Hanya Serahkan 200 Lembar Jawaban Tertulis ke MK

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 19:59 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×