Kerusuhan di Papua, Sandiaga: Wajar Mereka Marah

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:17 WIB
Kerusuhan di Papua, Sandiaga: Wajar Mereka Marah
Eks Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Tio).

Suara.com - Eks Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menganggap kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat adalah sesuatu yang wajar. Mengingat kesenjangan ekonomi di Papua sangat terasa jika dibandingkan dengan Pulau Jawa.

Menurut Sandiaga, permasalahan yang ada di Papua bukan sekadar infrastruktur tetapi permasalahan kesenjangan ekonomi. Namun kekinian warga Papua kembali marah setelah asrama mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur dikepung dan ada pihak yang mengeluarkan kata-kata rasis.

"Terang saja orang (Papua) marah lah, negeri yang sangat kaya raya ini tadi apalagi baru di akuisisi tadi katanya aset terbesarnya itu tingkat kemiskinannya 8 kali lipat dari kita di sini," kata Sandiaga di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Sandiaga menyebut data Badan Pusat Statistik menunjukan angka kemiskinan di Papua yang bertambah 6 ribu orang dari 2014 sampai 2018, padahal Papua kaya akan Sumber Daya Alam.

Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)
Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)

Mantan Wagub DKI Jakarta itu juga membandingkan jumlah penduduk miskin di Papua yang 8 kali lipat atau sekitar 28 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta yaitu sekitar 3,5 persen.

Ia kemudian berhaarap pada pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan konflik tersebut dan lebih fokus membangun sumber daya manusia untuk menumbuhkan ekonomi di Papua, bukan hanya pembangunan infrastruktur dan investasi.

"Jadi Papua ini butuh perhatian kita, kita ingin rangkul, kesejahteraannya dinomorsatukan, pendidikan itu akan menjadi prioritas kita. Ini yang harus kita fokuskan ke depan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seruan Mendagri ke Pejabat di Papua: Jangan Pergi Dulu ke Luar!

Seruan Mendagri ke Pejabat di Papua: Jangan Pergi Dulu ke Luar!

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:59 WIB

Buntut Kerusuhan Papua, Popnas dan Peparnas 2019 Dipindahkan ke Jakarta?

Buntut Kerusuhan Papua, Popnas dan Peparnas 2019 Dipindahkan ke Jakarta?

Sport | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:39 WIB

Disebut Tak Serius Pindahkan Ibu Kota, Kepala Bappenas: 2020 Baru Persiapan

Disebut Tak Serius Pindahkan Ibu Kota, Kepala Bappenas: 2020 Baru Persiapan

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:13 WIB

Siswa Papua Barat Bersekolah saat Aparat TNI-Polri Masih Berjaga

Siswa Papua Barat Bersekolah saat Aparat TNI-Polri Masih Berjaga

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:44 WIB

Bobol ATM dan Serang Bus Pemda, Polisi Bekuk Perusuh di Manokwari

Bobol ATM dan Serang Bus Pemda, Polisi Bekuk Perusuh di Manokwari

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:28 WIB

Penjelasan Menkominfo Soal Pembatasan Akses Internet di Papua

Penjelasan Menkominfo Soal Pembatasan Akses Internet di Papua

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:39 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×