Koalisi Masyarakat Desak Pertamina Jujur Soal Kebocoran Minyak di Karawang

Bangun Santoso

Kamis, 19 September 2019 | 08:33 WIB
Koalisi Masyarakat Desak Pertamina Jujur Soal Kebocoran Minyak di Karawang
Aksi damai koalisi masyarakat sipil di kantor Pertamina. (Suara.com/Rifaldo)

Suara.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (Kormas) menggelar aksi damai di kantor pusat Pertamina di Jakarta, Rabu (18/9/2019). Dalam aksi itu, massa mendesak perusahaan milik negara ini segera membuka data lengkap sumur YYA-1 yang bocor di pantai Karawang, Jawa Barat.

Sumur YYA-1 diketahui mengalami kegagalan operasional, bocor (blow out) tidak terkendali, yang menyebabkan tumpahan minyak (oil spills) sejak 12 Juli 2019 lalu di perairan lepas pantai Karawang.

"Ini kita masih belum melihat, Pertamina sendiri terbuka informasi membuka informasi terkait soal, apa penyebab tumpahan minyak yang ada di pesisir Karawang yang ada di perairan laut Karawang, penting melihat untuk Pertamina membuka bagaimana mekanisme pemulihannya yang tidak di buka secara terbuka kepada publik," kata koordinator Kormas, Bagus saat dihubungi Suara.com, Rabu (18/9/2019).

Bagus yang juga aktivis Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional, menyatakan bahwa masyarakat sipil hingga saat ini telah melayangkan dua kali surat permohonan informasi kepada pihak Pertamina agar membuka data sumur YYA-1 secara lengkap. Permohonan informasi tersebut dilakukan dengan mekanisme Pasal 22 UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Surat pertama kita kirim belum ada balasan, baru kemarin surat kedua kita masukkan tanggal 16 September, dalam waktu 30 hari ini tidak ada respon. Ya kemungkinan besar kita akan melakukan sengketa informasi ke Komisi Informasi Publik," ujar Bagus.

Menurut dia, bahwa Pertamina tidak menjalankan SOP dengan baik dalam menyelesaikan masalah ini. Pertamina malah mengatakan peristiwa ini sebagai berkah karena nelayan mendapatkan pekerjaan baru.

"Sebenernya sudah terlihat bahwa mereka (Pertamina) tidak menjalankan SOP, terkait kejadian oil spill misalnya, padahal ketika ada operasi seharusnya ketika melakukan operasi pengeboran ada," kata Bagus.

“Pertamina juga menggiring opini media dan opini masyarakat bahwa tumpahan minyak ini adalah berkah bagi para nelayan, karena mereka mendapatkan pekerjaan tambahan untuk mengumpulkan tumpahan minyak yang dihargai Rp 20.000 per karung," sambung dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, akibat dari peristiwa ini sangat berdampak pada masyarakat di daerah pesisir pantai Karawang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk mata pencarian yang hilang dan kondisi kesehatan yang memburuk akibat lingkungan yang tercemar racun.

baca juga

“Kerugian jangka pendeknya ya mereka tidak bisa melaut karena laut wilayah tangkapan mereka kan apa yang pertama rusak oleh tumpahan minyak, yang kedua juga mereka tidak bisa lalu lalang karena banyak dipasang oil pump di sekitaran perairan Karawang,” kata Bagus.

Sementara untuk jangka panjang, kata Bagus, yang mengkhawatirkan adalah soal kesehatan yang sampai saat ini penanganan dinilai belum jelas.

Atas kondisi itu, Bagus berharap kepada pemeritah agar tuntas menangani permasalahan ini. Tidak hanya selesai ketika berhasil menutup semburan minyaknya, tapi dampak yang sudah menyebar bahkan disebut telah sampai ke perairan Banten.

"Kasus-kasus di tempat lain bisa memakan waktu 4 sampai 6 tahun, bahkan tapi mau nggak mau ya harus dilakukan itu tidak hanya selesai sampai menghentikan semburan tapi sampai benar benar memulihlan ekosistem dan warganya," imbuh Bagus. (Rifaldo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desak Pertamina Buka Data Tumpahan Minyak di Karawang

Desak Pertamina Buka Data Tumpahan Minyak di Karawang

Foto | Rabu, 18 September 2019 | 11:27 WIB

UU KPK Mau Digugat Warga, Menkumham Yasonna Santai

UU KPK Mau Digugat Warga, Menkumham Yasonna Santai

News | Selasa, 17 September 2019 | 22:25 WIB

Ngeri, Ini Nasib Sopir Bus Tahun 70an Usai Serempet Mobil Dirut Pertamina

Ngeri, Ini Nasib Sopir Bus Tahun 70an Usai Serempet Mobil Dirut Pertamina

Otomotif | Senin, 16 September 2019 | 14:15 WIB

Simbol KPK Mati, Koalisi Masyarakat Sipil Taruh Keranda Mayat di Gedung KPK

Simbol KPK Mati, Koalisi Masyarakat Sipil Taruh Keranda Mayat di Gedung KPK

News | Jum'at, 13 September 2019 | 23:15 WIB

BJ Habibie dan Ainun Cicil Rumah Mewahnya di Patra Jasa Selama 20 Tahun

BJ Habibie dan Ainun Cicil Rumah Mewahnya di Patra Jasa Selama 20 Tahun

Bisnis | Kamis, 12 September 2019 | 12:47 WIB

Sederhana, Intip Koleksi Kendaraan Bambang Irianto yang Jadi Tersangka KPK

Sederhana, Intip Koleksi Kendaraan Bambang Irianto yang Jadi Tersangka KPK

Otomotif | Rabu, 11 September 2019 | 11:00 WIB

Nama-nama Mafia Migas Bakal Dibeberkan KPK Siang Ini

Nama-nama Mafia Migas Bakal Dibeberkan KPK Siang Ini

News | Selasa, 10 September 2019 | 10:08 WIB

Terkini

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

×