Buntut Virus Corona Bali Jadi Kota Hantu, Mendagri: Nggak Benar!

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 11 Februari 2020 | 12:36 WIB
Buntut Virus Corona Bali Jadi Kota Hantu, Mendagri: Nggak Benar!
Mendagri Tito Karnavian dan Kepala PPATK Ki Agus Badaruddin seusai melakukan pertemuan.

Suara.com - Media asal Inggris, Daily Mail menyebut Bali sebagai kota hantu sebagai imbas dari pelarangan penerbangan dari dan ke China. Mendengar hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian langsung membantahnya.

Tito mengaku sempat berkunjung ke Bali pada pekan lalu. Ia menyebut kalau apa yang disampaikan Daily Mail itu tidak tampak di Pulau Dewata.

"Saya tidak melihat ada sepi yang seperti di Singapura. Kalau disebutkan kota hantu, nggak lah. Ramai saya masuk ke mana. Kemarin ke Denpasar, ke Sanur dam ke Kuta, ramai," kata Tito saat ditemui di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Dalam kunjungannya itu, ia juga bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster dan berbicara soal wisatawan. Mantan Kapolri tersebut mendapatkan informasi kalau kekosongan itu tampak di hotel-hotel yang biasa menjadi langganan para turis China.

Tito juga menyebutkan apabila ada sisi positifnya dari penyebaran wabah virus novel corona. Pasalnya, wisatawan yang hendak mengunjungi sejumlah negara di Asia seperti Jepang, Singapura, dan Thailand malah mengurungkan niatnya. Hal tersebut dikarenakan ada kasus virus novel corona yang terjadi di negara tersebut.

Dengan demikian para wisatawan yang hendak mengunjungi negara-negara itu malah mengalihkan tujuannya ke Bali.

"Jadi justru turis Chinanya memang berkurang karena memang adanya banned, tapi turis dari daerah lain justru mengalihkan ke Bali," ujarnya.

"Jadi kalau ada yang bilang kota hantu, nggak benar saya baru pulang hari Minggu kemarin. Ramai kok," pungkasnya.

Untuk diketahui, larangan terbang yang diberlakukan pemerintah Indonesia dari dan ke China menyusul merebaknya wabah Virus Corona disinyalir menampar sektor pariwisata. Salah satunya di Bali.

Dalam pemberitaan Daily Mail menyebut Bali sebagai kota hantu dalam headline di salah satu artikel milik mereka untuk menggambarkan terimbasnya pariwisata di Pulau Dewata tersebut. Daily Mail, dalam headline-nya, menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu. Menurut Daily Mail, hal tersebut gara-gara dilarang penerbangan dari dan ke China.

baca juga

"Bali berubah dari Makkah-nya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona," demikian bunyi headline Daily Mail seperti dikutip Suara.com, Sabtu (8/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saaih Halilintar Kena Hujat Posting Konten YouTube Bawa-bawa Virus Corona

Saaih Halilintar Kena Hujat Posting Konten YouTube Bawa-bawa Virus Corona

Entertainment | Selasa, 11 Februari 2020 | 12:30 WIB

Kemenkes Uji Petik Virus Corona Dua Pasien TBC

Kemenkes Uji Petik Virus Corona Dua Pasien TBC

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 11:57 WIB

Kematian Akibat Virus Corona Tembus 108 Orang, 42 Ribu Orang Terinfeksi

Kematian Akibat Virus Corona Tembus 108 Orang, 42 Ribu Orang Terinfeksi

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 11:35 WIB

Unair Temukan Alat Deteksi Virus Corona, Diklaim Akurat 99 Persen

Unair Temukan Alat Deteksi Virus Corona, Diklaim Akurat 99 Persen

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Samsung Galaxy S27 Meluncur Lebih Awal? Memorinya Masih Misteri

Samsung Galaxy S27 Meluncur Lebih Awal? Memorinya Masih Misteri

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:03 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran Tingkat Kepuasan Stagnan di 55,3 Persen, Ekonomi Belum Stabil Jadi Catatan

2 Tahun Prabowo-Gibran Tingkat Kepuasan Stagnan di 55,3 Persen, Ekonomi Belum Stabil Jadi Catatan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim

Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim

Kaltim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:49 WIB

AAJI Catat 29 Perusahaan Layani Masyarakat dengan Nilai Pertanggungan Rp16,3 Triliun

AAJI Catat 29 Perusahaan Layani Masyarakat dengan Nilai Pertanggungan Rp16,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:44 WIB

Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:43 WIB

PKS Soroti Polemik Ijazah Gibran: Pemimpin Harus Lahir dari Meritokrasi, Bukan Dispensasi!

PKS Soroti Polemik Ijazah Gibran: Pemimpin Harus Lahir dari Meritokrasi, Bukan Dispensasi!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Bela Teman Berujung Dihajar: Oknum Mahasiswa Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember

Bela Teman Berujung Dihajar: Oknum Mahasiswa Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:42 WIB

×