alexametrics

Akses ke Istana Ditutup Total, Massa PA 212 Dkk Tertahan di Patung Kuda

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Akses ke Istana Ditutup Total, Massa PA 212 Dkk Tertahan di Patung Kuda
Massa aksi 1310 dari gabungan ormas FPI hingga PA 212 mulai berdatangan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara)

Beberapa dari massa terlihat membawa perlengkapan atribut seperti bendera. Mereka juga tampak membawa persiapan bekal makanan.

Suara.com - Massa aksi 1310 tolak UU Cipta Kerja yang berasal dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, PA 212, FPI, hingga GNPF Ulama mulai berdatangan di Area Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa mulai berdatangan satu per satu mulai pukul 10.00 WIB. Mereka datang dengan umumnya pakaian muslim serba putih.

Terlihat satu mobil komando juga sudah datang dan terparkir di area ini. Sejumlah orang sebagai laskar FPI juga tampak berjaga di sekeliling mobil komando.

Beberapa dari massa terlihat membawa perlengkapan atribut seperti bendera. Mereka juga tampak membawa persiapan bekal makanan.

Baca Juga: Ciduk Pria Berkaos FPI, Polda: Demo Jangan Mau Ditunggangi, Kasihan Warga

Sementara itu, tampak puluhan personel Polri dan TNI terlihat juga sudah berjaga dan bersiaga di lokasi. Adapun akses Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Kepresidenan sudah ditutup total.

Tampak barrier kawat berduri hingga beton membentang persis di depan Gedung Kementerian Pariwisata area Patung Kuda.

Adapun Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bakmumin, mengatakan, aksi kali ini sebenarnya merupakan aksi lanjutan dari sebelumnya. Mereka menuntut agar Presiden menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law Ciptaker.

Rencananya aksi ini akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

"Aksi ini kan dari aksi lanjutan dari tolak RUU OBL (Omnibus Law) dan RUU HIP yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada Februari jauh sebelum demo buruh kemaren dan aksi kali ini pun sama selain menyerukan untuk dikeluarkan Perppu untuk pembatalan UU OBL (Omnibus Law) dan juga penolakan RUU HIP/PIP/BPIP," tuturnya saat dihubungi.

Baca Juga: Dibekuk Bawa Ketapel, Polisi Duga Pria Berkaos FPI Usianya Masih Anak-anak

Komentar