Bangladesh Borong 30 Juta Dosis Vaksin Buatan AstraZeneca India

Siswanto

Kamis, 05 November 2020 | 20:54 WIB
Bangladesh Borong 30 Juta Dosis Vaksin Buatan AstraZeneca India
Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Bangladesh menandatangani kesepakatan dengan Serum Institute of India pada Kamis (5/11/2020) untuk membeli 30 juta dosis kandidat vaksin virus corona yang sedang dikembangkan oleh produsen obat asal Inggris, AstraZeneca.

Vaksin COVID-19 eksperimental AstraZeneca dipandang sebagai salah satu kandidat paling maju dalam perlombaan melawan virus corona baru.

"Kapan pun vaksin siap, Institut Serum akan memberi kita 30 juta dosis pada tahap pertama," kata Menteri Kesehatan Bangladesh Zahid Maleque kepada wartawan setelah kesepakatan ditandatangani di Dhaka.

Dia mengatakan lima juta dosis vaksin per bulan akan dibeli melalui pembuat obat Bangladesh, Beximco Pharmaceuticals.

"Kita akan dapat memvaksinasi 15 juta orang, dua suntikan vaksin diperlukan untuk setiap orang dengan jarak 28 hari," kata Maleque.

Dia mengatakan Serum Institute akan menyediakan vaksin dengan harga yang sama dengan yang dibayar India. Beberapa sumber mengatakan harga vaksin tersebut kemungkinan dipatok empat dolar AS (sekitar Rp57 ribu) hingga lima dolar AS (sekitar Rp71 ribu) per dosis.

Bangladesh sedang berada dalam pembicaraan dengan mitra pembangunan, termasuk Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, untuk mengamankan dana bagi pembelian vaksin tersebut, kata pejabat pemerintah.

Sementara itu, ada keraguan atas uji coba tahap akhir vaksin virus corona potensial buatan Sinovac Biotech di Bangladesh setelah Dhaka menolak memenuhi permintaan perusahaan China tersebut soal pendanaan bersama.

Para ahli khawatir Bangladesh akan menghadapi lonjakan infeksi lain selama musim dingin. Negara Asia Selatan itu sejauh ini mengonfirmasi 416.006 kasus, termasuk 6.021 kematian.

baca juga

The Serum Institute, perusahaan terbesar di dunia dalam jumlah produksi vaksin, telah bermitra dengan AstraZeneca, Gates Foundation, dan aliansi vaksin GAVI untuk memproduksi lebih dari satu miliar dosis vaksin COVID-19 untuk pasokan global.

Lembaga itu sedang mengadakan uji coba untuk tiga vaksin virus corona potensial, termasuk satu yang dilisensikan ke AstraZeneca oleh Universitas Oxford.

AstraZeneca mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya menahan pengiriman sementara menunggu data dari uji klinis tahap akhir untuk memaksimalkan masa simpan persediaan.

Produsen obat tersebut telah menandatangani beberapa kesepakatan pasokan dan manufaktur dengan banyak perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia.

Data pada Oktober menunjukkan bahwa vaksin tersebut menghasilkan respons kekebalan pada orang dewasa tua dan muda. [antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×