Pfizer Diklaim Cegah Covid Hingga 90 %, Bagaimana Vaksin Pesanan Indonesia?

Siswanto, BBC

Rabu, 11 November 2020 | 14:38 WIB
Pfizer Diklaim Cegah Covid Hingga 90 %, Bagaimana Vaksin Pesanan Indonesia?
BBC

Suara.com - Vaksin yang tengah diuji klinis oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer, dan mitra mereka dari Jerman, BioNTech, diklaim dapat mencegah infeksi Covid-19 hingga 90 %.

Walau belum diuji secara independen, temuan itu dianggap lebih maju ketimbang pengembangan vaksin lain di seluruh dunia, termasuk yang sedang digelar Indonesia.

Inovasi Pfizer dan BioNTech masih harus dikaji oleh kelompok pakar independen dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Indonesia, belum ada temuan seberapa ampuh vaksin Sinovac yang dipesan dari perusahaan asal China. Uji klinisnya baru akan selesai April 2021.

Adapun vaksin Merah Putih yang dikembangkan enam lembaga sains lokal masih di skala laboratorium.

Lantas apa makna capaian Pfizer-BioNTech bagi kebijakan pengadaan vaksin Covid-19 oleh pemerintah Indonesia?

Hasil inovasi vaksin untuk mengatasi Covid-19 kini diperebutkan oleh berbagai negara, kata virolog sekaligus analis kebijakan publik, Sidrotun Naim.

Karena sejak awal tidak bekerja sama dengan Pfizer, dia menyebut Indonesia berpeluang kecil membeli vaksin yang tingkat efikasi atau khasiatnya mencegah Covid-19 diklaim mencapai 90 % itu.

Sidrotun menilai pemerintah mesti tetap berfokus pada uji klinis vaksin Sinovac dan pengembangan vaksin Merah Putih.

"Pfizer tahun ini hanya bisa produksi 50 juta dosis vaksin atau untuk 25 juta orang. Artinya kita tidak akan kebagian. Kalau kita tiba-tiba mau buat perjanjian dengan Pfizer, harganya pun pasti berbeda," kata Sidrotun via telepon, Selasa (10/11).

"Kapasitas produksi Pfizer tahun 2021 diklaim bisa 1,3 miliar dosis, artinya untuk 650 juta orang. Inggris sudah pesan 30 juta dosis dan seluruh dunia rebutan.

"Uji klinis Sinovac kalau mendesak dan perlu emergency use authorization bisa dipercepat, tergantung BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kalau aman dan efikasi tinggi, bisa segera diproduksi Bio Farma," ujarnya.

Seberapa ampuh vaksin yang dipesan Indonesia?

Indonesia memiliki komitmen pembelian vaksin jadi dari tiga produsen asal China, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

Khusus Sinovac, uji klinisnya masih berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Brasil sempat menggelar uji klinis Sinovac, tapi pada Oktober lalu, Presiden Jair Bolsonaro memutuskan untuk tidak membeli vaksin tersebut.

Sidrotun menyebut keputusan Brasil membatalkan pembelian Sinovac itu tak lepas dari unsur politik.

Hingga saat ini, belum ada pengumuman seberapa tinggi tingkat efikasi Sinovac. Namun merujuk pengembangan vaksin sebelumnya, Sidrotun menyebut efikasi tidak mesti mendekati 100 %.

"Selama ini 50-60 % dianggap cukup. Pfizer bisa 90 % dengan dua dosis. Cacar air dua dosis juga 97 %. Vaksin influenza 46 % sudah oke karena tidak dua dosis," tuturnya.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjamin vaksin yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat aman dan sudah teruji.

Wiku mengklaim hal itu saat mengomentari hasil jajak pendapat skala nasional lembaga survei Populi Center bahwa 40 % responden mereka tidak bersedia mengikuti vaksinasi pemerintah.

"Vaksin merupakan virus yang dilemahkan, pada prinsipnya tidak berbahaya. Vaksin yang masuk ke tubuh akan menstimulasi imunitas tubuh," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/11) petang.

"Pemerintah pastikan vaksin ini aman digunakan manusia karena melalui tahap pra klinis dan klinis. Risiko yang ditimbulkan vaksin rendah, manfaatnya lebih tinggi," ujarnya.

Kapan vaksin tersedia untuk masyarakat Indonesia?

Pemerintah menargetkan akan mengimpor tiga juta dosis Sinovac. Uji klinis di Bandung terhadap vaksin itu harus berlangsung enam bulan atau selesai sekitar April mendatang.

Terdapat opsi percepatan uji klinis, namun dikritisi sejumlah akademisi. Isunya menyoal kriteria kegentingan yang harus didasarkan pada data sahih.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, menyebut pengembangan vaksin harus melalui berbagai tahap. Prinsip utama yang dikedepankan, kata dia, adalah keamanan terhadap keselamatan orang-orang yang menerimanya.

"Keinginan kita tentu agar vaksin segera tersedia, tapi di atas itu semua ada faktor yang paling penting, yaitu safety. Jadi BPOM dan badan serupa di setiap negara akan mengkaji uji klinis fase ketiga," ujar Amin via telepon.

"Kalau dianggap sudah aman, mereka akan mengeluarkan emergency use authorization. Untuk menerbitkan itu, butuh data yang sangat lengkap, tidak begitu saja bisa diberikan," tuturnya.

'Vaksin Merah Putih masih butuh lebih dari setahun'

Eijkman adalah satu dari enam lembaga yang ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan vaksin Merah Putih.

Dikerjakan dari Maret lalu, Amin berkata proses pengembangan vaksin itu kini mencapai sekitar 50% dalam skala laboratorium.

Eijkman diberi tenggat 12 bulan untuk menyerahkan bibit vaksin Covid-19 ke perusahaan farmasi milik negara, Bio Farma.

"Setelah itu akan dilanjutkan Bio Farma untuk proses uji klinis fase pertama sampai ketiga. Mungkin sekitar awal tahun 2022 baru tersedia bagi masyarakat," kata Amin.

Bagaimanapun, menurut Sidrotun, pengembangan vaksin Merah Putih akan menjadi pencapaian ilmu pengetahuan Indonesia karena dikerjakan secara kilat.

"Ini pekerjaan yang sangat tidak mudah. Kerja mati-matian. Biasanya skala laboratorium butuh 3 sampai 5 tahun untuk riset, sekarang diminta 12 bulan. Lalu masuk uji hewan, uji klinis, dan masuk ke Bio Farma," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Promo 10.10 di Shopee, Ada Bocoran Ekstra Diskon dari BRI

Promo 10.10 di Shopee, Ada Bocoran Ekstra Diskon dari BRI

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:37 WIB

Hadapi Era Digitalisasi, Menteri PANRB: Lulusan BSSN Dituntut Jadi Benteng Pertahanan Siber Negara

Hadapi Era Digitalisasi, Menteri PANRB: Lulusan BSSN Dituntut Jadi Benteng Pertahanan Siber Negara

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:36 WIB

5 Rahasia Tetap Bahagia di Tempat Kerja Meski Rutinitas Sedang Membosankan

5 Rahasia Tetap Bahagia di Tempat Kerja Meski Rutinitas Sedang Membosankan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:36 WIB

Tim Bergerak Cepat Padamkan Api di Puncak Setampol Rinjani

Tim Bergerak Cepat Padamkan Api di Puncak Setampol Rinjani

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 14:34 WIB

Anton Dimakamkan Kedinasan, Keluarga Ungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Tewas Ditikam Istri

Anton Dimakamkan Kedinasan, Keluarga Ungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Tewas Ditikam Istri

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 14:34 WIB

'Tapi Saya Enggak', Cerita Mahfud MD Tolak Ajakan Denny Indrayana Gugat Pendidikan Gibran ke MK

'Tapi Saya Enggak', Cerita Mahfud MD Tolak Ajakan Denny Indrayana Gugat Pendidikan Gibran ke MK

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:33 WIB

Kehabisan Tiket Pestapora 2026? Tenang, BRImo Bagi-Bagi Tiket Gratis!

Kehabisan Tiket Pestapora 2026? Tenang, BRImo Bagi-Bagi Tiket Gratis!

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:31 WIB

Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!

Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:30 WIB

Apakah Air Mawar Viva Mengandung Alkohol? Ini Ciri-Ciri Kulit Tidak Cocok

Apakah Air Mawar Viva Mengandung Alkohol? Ini Ciri-Ciri Kulit Tidak Cocok

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:30 WIB

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:29 WIB

×