alexametrics

Jawab Kritik Mega, Ulil: Kita Harus Fair, Adil ke Pak Jokowi dan Pak Anies

Siswanto
Jawab Kritik Mega, Ulil: Kita Harus Fair, Adil ke Pak Jokowi dan Pak Anies
Presiden Jokowi makan siang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rumah Makan Medan Baru, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (26/1/2019). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

"Jakarta makin amburadul? Ndaklah, Bu. Ada perkembangan yang layak dipuji," kata Ulil.

Kemudian, kata Ulil, kota lain tidak seberuntung DKI adlam aspek "dicereweti" oleh netizen ini. Akibatnya, tidak ada insentif yang kuat untuk berbenah secara serius. "Dicereweti publik memang menjengkelkan. Tetapi, percayalah, itu membawa berkah banyak," katanya.

Ulil kemudian mengapresiasi sikap politikus Partai Solidaritas Indonesia di DPRD Jakarta. Menurut dia seharusnya di DPR ada fraksi yang sekritis PSI.

"Walau mungkin banyak yang ndak suka PSI di DKI, tetapi keberadaan partai anak-anak muda ini di DPRD DKI ini punya kontribusi penting: bersuara lantang untuk mengawasi kinerja gubernur. Sayang ndak ada fraksi yang "serewel" PSI di tingkat DPR untuk mengawasi pemerintah pusat," kata dia.

Ulil berharap Fraksi Demokrat dan PKS bisa se"rewel" PSI di tingkat DKI. "Sekarang ini, partai besar dan menengah sudah dirangkul oleh pemerintah. Di satu pihak, bagus untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah. Tapi bisa buruk karena melemahkan kontrol, dan memperkuat kartel partai."

Baca Juga: Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Tengku Zul Sebut Ada yang Kalap

Sementara itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan Jhonny Simanjutak mengatakan kritik ketua umumnya bukan dalam rangka memecah belah warga. Namun, kata dia, untuk memperbaiki kinerja.

"Pernyataan Bu Mega bahwa Jakarta amburadul saya pikir tidak dalam spirit untuk memecah belah atau membuat gaduh. Ini hanya soal pilihan diksi," ujar Johhny dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi TV One, Rabu (11/11/2020).

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain menilai justru Anies bisa membawa Jakarta menjadi kota yang "semakin hebat, bersih, dan nyaman."

"Nampaknya, Anies bukan saja berhasil membuat Jakarta menjadi kota yang semakin hebat, apik, bersih, dan nyaman. Tapi juga berhasil membuat beberapa kalangan menjadi "kalap." Is it right...?" kata Tengku melalui media sosial.

Kritik Megawati juga dipertanyakan oleh sosiolog Musni Umar. Kritik tersebut, menurut dia, kontra dengan kenyataan yang terjadi di Jakarta.

Baca Juga: Hasto Jelaskan Maksud Sebenarnya Ucapan Mega Tanyakan Kontribusi Milenial

"Jakarta amburadul kata Ibu Mega. Pertanyaannya, kalau amburadul, mengapa berbagai institusi pemerintah dan swasta dalam dan luar negeri sudah berpuluh-puluh yang memberi penghargaan kepada Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan? Rakyat monitor," kata Musni Umar.

Komentar