alexametrics

Tri Rismaharini Hadirkan Program Kesejahteraan, agar Masyarakat Hidup Layak

Fabiola Febrinastri
Tri Rismaharini Hadirkan Program Kesejahteraan, agar Masyarakat Hidup Layak
10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah. (Dok : Pemkot Surabaya)

Pemkot Surabaya juga memiliki program rehabilitasi rumah tidak layak huni.

”Sedangkan jumlah penghuni Liponsos Keputih yang menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Menur terdapat 41 orang,” papar dia.

Menurut Anang, Liponsos Keputih tak hanya menjadi tempat penampungan. Para penghuni juga mendapat fasilitas pelayanan dari Pemkot Surabaya, mulai dari pemberian kebutuhan permakanan 1 hari 3 kali makan, pemberian kebutuhan pakaian layak pakai, pengobatan secara berkala di rumah sakit jiwa bagi ODGJ, hingga pembinaan mental keagamaan (kerohanian).

10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah. (Dok : Pemkot Surabaya)
10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah. (Dok : Pemkot Surabaya)

“Mereka juga mendapat pelatihan keterampilan, kegiatan terapi musik, kesehatan jasmani melalui olahraga dan pemulangan ke daerah asalnya,” terangnya.

Sedangkan di UPTD Kampung Anak Negeri, anak-anak jalanan tak hanya diberikan penampungan dan pembinaan secara formal, namun ada juga pengembangan minat dan bakat yang diberikan hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi. Kini UPTD yang berada di Jalan Wonorejo Timur No 130 Surabaya ini dihuni 34 anak.

Baca Juga: Dedikasinya Luar Biasa, Tri Rismaharini Terima Penghargaan dari Unair

Menariknya, pemkot melalui Dinsos juga memiliki UPTD Liponsos Kalijudan. UPTD ini tak hanya sekadar tempat bernaung bagi anak-anak penyandang disabilitas, tapi juga menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi mereka.

“Di Liponsos Kalijudan saat ini dihuni 50 anak,” ujar Anang.

Tak hanya UPTD yang dikhususkan bagi anak-anak, pemkot juga memiliki Griya Wreda atau tempat penampungan bagi para lansia. Griya Wreda sendiri didirikan dan diresmikan oleh Risma pada 2013, di Jalan Jambangan Surabaya. Sebelumnya, beralamat di Medokan Asri, Surabaya.

“Hingga November 2020 ini, jumlah penghuni Griya Werda Jambangan mencapai 151 orang,” kata Kepala UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya, Septati Hendartini.

Di samping UPTD Griya Wreda yang dikhususkan bagi lansia, Dinsos juga memiliki tempat rehabilitasi sosial bagi eks penyandang penyakit Kusta. Panti yang berada di Jalan Babat Jerawat, Benowo Surabaya tersebut, saat ini menampung sekitar 93 orang.

Baca Juga: Klaim Covid-19 Menurun, Tri Rismaharini Minta Warga Tak Takut ke Surabaya

Mereka tak hanya berasal dari Surabaya, namun berbagai daerah di dalam dan luar Jawa Timur. Meski telah sembuh, eks penderita penyakit Kusta sering kali ditolak saat kembali ke kampung halamannya. Untuk itulah, mereka tinggal dan dirawat Pemkot Surabaya di UPTD Babat Jerawat. (*)