DPR Sebut Deklarasi Pemerintahan Sementara Papua Barat Cuma Gimik

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:28 WIB
DPR Sebut Deklarasi Pemerintahan Sementara Papua Barat Cuma Gimik
Benny Wenda mendeklarasikan Pemerintahan Sementara Papua Barat. [Diilustrasikan dari foto oleh Suara.com]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani menilai pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat oleh Ketua The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda hanya sebatas gimik.

Pasalnya, kata Christina, Benny selalu memanfaatkan momen pada 1 Desember untuk mengangkat isu kemerdekaan Papua.

"Tiap kali 1 Desember always the same thing. Mereka kan selalu memanfaatkan momen itu," ujar Christina di Kompleks Parlemen DPR, Rabu (2/12/2020).

Karena itu, Christina menganggap apa yang dilakukan ULMWP hanya gimik untuk mencari perhatian.

"Mereka pasti mencoba gimik-gimik baru untuk menarik perhatian bahkan kayak di sidang PBB. Itukan kita lihat ada pattern, ada pola yang selalu diambil. Ya namanya orang usaha ya pasti segala sesuatu dilakukan," kata Christina.

Christina mengatakan, apapun usaha yang dilakukan semisal deklarasi pemerintahan sementara Papua Barat, hal tersebut tidak membuat wilayah tersebut lepas dari NKRI.

"Nah sekarang masalahnya mau gimana? Lepas dari Indonesia? Ya ga bisalah, kita mengakui NKRI itu satu. Lalu kaya di Inggris dulu juga deklarasi, di Oxford, di sana juga mengakuinya Indonesia kita kok," kata Christina.

Sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka dan sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, menolak deklarasi pembentukan pemerintahan sementara oleh Ketua ULMWP Benny Wenda.

Selasa 1 Desember 2020, Benny Wenda mendeklarasikan pembentukan pemerintahan sementara Republik West Papua. ULMWP sendiri menunjuk Benny Wenda sebagai presiden sementara.

baca juga

Pemimpin OPM TPNPB Jefrey Bomanak menegaskan, deklarasi Benny Wenda tersebut dilakukan secara sepihak, tanpa melibatkan seluruh organisasi perjuangan kemerdekaan serta rakyat Papua Barat.

"Kami menolak pembentukan Pemerintah Papua Barat yang dideklarasikan Benny Wenda serta ULMWP di Inggris," kata Jefrey Bomanak dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Rabu (2/11/2020).

Ia mempertanyakan dasar-dasar prinsipil Benny Wenda mendeklarasikan pembentukan pemerintahan sementara Republik West Papua.

"Sebab, deklarasi itu dilakukan di Inggris, bukan Papua. Mereka juga tidak melibatkan pimpinan organisasi dan seluruh masyarakat di tujuh Wilayah Adat di Provinsi Papua dan Papua Barat."

Benny Wenda juga disebutnya berusaha mendirikan negara sementara, tanpa prosedur dan mekanisme yang disepakati oleh organisasi perjuangan Papua. 

Sedangkan berdasarkan kesepakatan seluruh organisasi dan Undang-Undang Dasar 1 Juli 1971 pemerintahan sementara dijalankan oleh TPNPB OPM.

"Kami mencurigai ada pihak yang diam-diam menghasut untuk menjalankan pemerintahan sementara. Para pemimpin organisasi yang berjuang berdasarkan Konstitusi 1971 mencurigai langkah-langkah tersebut," katanya.

Sementara Juru Bicara OPM/TPNPB Sebby Sambom menegaskan, deklarasi pembentukan pemerintahan sementara Republik West Papua oleh ULMWP serta Benny Wenda adalah ilegal.

"Deklarasi Negara Papua di Inggris, dan kantor Presidennya di Inggris. Macam ini yang orang Inggris sebut sebagai declaration for nothing," tegas Sebby.

Sebelumnya diberitakan, pernyataan sepihak pembentukan pemerintah sementara Republik West Papua dibuat oleh Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau ULMWP.

Mereka kemudian mengangkat Benny Wenda menjadi Presiden sementara Republik West Papua. Benny Wenda adalah eksil yang menetap di Inggris.

Pembentukan pemerintahan sementara yang lepas dari Indonesia itu, diumumkan tepat pada perayaan hari lahirnya embrio negara Papua Barat, Selasa 1 Desember 2020.

ULMWP adalah koalisi dari berbagai faksi politik yang berjuang untuk kemerdekaan selama bertahun-tahun.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ABC Indonesia dari ULMWP, pembentukan pemerintah sementara dalam penantian ini bertujuan untuk memobilisasi rakyat West Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan referendum menuju kemerdekaan.

Pemerintah ini nantinya yang akan memegang kendali di Papua dan menyelenggarakan pemilu yang demokratis di sana.

Sebagai presiden sementara, Benny Wenda yang kekinian menjadi eksil di Inggris, menurut ULMWP akan menjadi representasi Republik West Papua dalam acara-acara internasional.

Selain itu, demikian dalam keterangan ULMWP, pemerintah sementara yang dipimpin Benny Wenda berhak membuat deklarasi kemerdekaan sepihak dalam waktu dekat, atas nama rakyat Papua Barat.

Dengan demikian, Benny Wenda dalam komunike mengatasnamakan ULMWP juga menegaskan keberadaan pemerintahan serta militer Indonesia di Papua adalah ilegal.

"Kini, struktur kehadiran negara Indonesia di West papua adalah ilegal," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OPM Tegaskan Mosi Tidak Percaya Kepada Benny Wenda

OPM Tegaskan Mosi Tidak Percaya Kepada Benny Wenda

News | Rabu, 02 Desember 2020 | 12:45 WIB

Tolak Deklarasi ULMWP, OPM: Benny Wenda adalah Warga Inggris, Bukan Papua

Tolak Deklarasi ULMWP, OPM: Benny Wenda adalah Warga Inggris, Bukan Papua

News | Rabu, 02 Desember 2020 | 11:58 WIB

Deklarasi Negara West Papua Digelar 1 Desember, Jubir OPM: Kami Menolak Itu

Deklarasi Negara West Papua Digelar 1 Desember, Jubir OPM: Kami Menolak Itu

Sumsel | Rabu, 02 Desember 2020 | 11:45 WIB

Terkini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 11:30 WIB

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:29 WIB

4 Tanda Sunscreen Sudah Kedaluwarsa dan Bahayanya Jika Tetap Dipakai

4 Tanda Sunscreen Sudah Kedaluwarsa dan Bahayanya Jika Tetap Dipakai

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:27 WIB

Parfum Aerostreet Paling Enak, Ini 7 Varian Terlaris di Toko Resmi

Parfum Aerostreet Paling Enak, Ini 7 Varian Terlaris di Toko Resmi

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:24 WIB

Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup

Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 11:24 WIB

Kenapa Baterai HP Cepat Habis saat Cuaca Panas? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Baterai HP Cepat Habis saat Cuaca Panas? Ini Penyebab dan Solusinya

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 11:23 WIB

AS dan Iran Jajaki Kesepakatan Bertahap Buka Selat Hormuz

AS dan Iran Jajaki Kesepakatan Bertahap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:21 WIB

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:19 WIB

×